10 Tips Masak Hemat di Rumah, Pengeluaran Makan Lebih Terkontrol

1 hour ago 4

CNN Indonesia

Rabu, 03 Jun 2026 23:30 WIB

Tips masak hemat di rumah agar biaya pengeluaran makan lebih terkontrol. Ilustrasi.Tips masak hemat di rumah agar biaya pengeluaran makan lebih terkontrol. (iStockphoto/Motortion)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelemahan rupiah membuat banyak orang perlu lebih cermat mengatur pengeluaran, termasuk untuk urusan makan harian.

Di situasi ekonomi seperti sekarang, sekali dua kali jajan mungkin terasa kecil. Namun, jika dilakukan hampir setiap hari, tanpa disadari jumlahnya bisa membengkak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Salah satu cara menekan biaya makan adalah memasak sendiri di rumah. Selain lebih mudah mengatur porsi dan bahan, masak di rumah juga membantu pengeluaran jadi lebih terkontrol.

Berikut 10 tips masak hemat yang bisa dicoba, yang dikutip dari berbagai sumber.

Sebelum belanja, coba tulis menu untuk beberapa hari ke depan. Cara ini membantu Anda tahu bahan apa saja yang benar-benar dibutuhkan, sehingga tidak mudah membeli barang yang akhirnya tidak terpakai.

Mulai dari rencana 3-5 hari, misalnya ayam untuk dua menu, sayur untuk tumis dan sup, serta telur sebagai lauk saat darurat.


2. Foto atau tulis isi kulkas sebelum belanja

Sebelum pergi ke pasar atau supermarket, cek dulu isi kulkas dan dapur. Anda bisa memotret atau menulis stok bahan yang masih tersedia.

Cara ini membantu mencegah membeli bahan yang sama dua kali. Dengan begitu, makanan tidak menumpuk dan berakhir kedaluwarsa.


3. Andalkan bahan murah yang fleksibel

Masak hemat bisa dimulai dari bahan sederhana yang mudah diolah. Misalnya beras, telur, tahu, tempe, ikan pindang, ayam, sayur, bawang, cabai, dan bumbu dasar.

Mengutip studi tentang Food Preparation on a Budget, ditemukan bahwa orang yang ingin menghemat pengeluaran cenderung memilih bahan pokok yang fleksibel.

Dari bahan-bahan ini, Anda bisa membuat nasi goreng, tumis, sup, telur balado, hingga tahu-tempe kecap.


4. Beli stok tahan lama dalam jumlah lebih besar

Untuk bahan yang sering dipakai dan tidak cepat rusak, membeli dalam jumlah lebih besar bisa lebih hemat. Contohnya beras, minyak goreng, tepung, gula, garam, mi kering, ikan teri, kacang hijau, atau bumbu kering.

Perlu diingat, bahan-bahan tersebut memang rutin digunakan. Jangan membeli banyak hanya karena murah, tetapi akhirnya tidak sempat dipakai.


5. Pilih buah dan sayur yang sedang musim

Buah dan sayur yang sedang musim biasanya lebih murah, segar, dan mudah ditemukan. Karena itu, sesuaikan menu dengan bahan yang sedang banyak tersedia di pasar.

Jika brokoli sedang mahal, misalnya, Anda bisa menggantinya dengan sawi, kangkung, bayam, labu siam, wortel, atau kol. Prinsipnya, tetap makan sayur, tetapi pilih yang harganya lebih ramah di kantong.


6. Jangan ragu beli buah dan sayur yang kurang sempurna

Buah dan sayur tidak harus selalu mulus untuk tetap enak dan bergizi. Produk yang bentuknya kurang sempurna sering dijual lebih murah, padahal masih layak dikonsumsi.

Selama tidak busuk, berlendir, atau berbau, bahan itu tetap bisa diolah. Tomat tidak mulus bisa dibuat sambal, wortel bengkok bisa masuk sup, dan pisang terlalu matang bisa jadi kolak atau roti panggang.


7. Bandingkan harga per satuan

Saat belanja, jangan hanya melihat harga di kemasan. Coba bandingkan harga per 100 gram, per kilogram, atau per liter.

Kemasan besar kadang terlihat mahal, tetapi bisa lebih hemat jika dihitung per satuan. Cara ini membantu Anda memilih produk yang benar-benar lebih murah.


8. Pilih produk generik atau merek toko

Produk generik atau merek toko biasanya lebih murah dibanding merek besar. Untuk bahan dasar seperti gula, garam, tepung, beras, minyak, atau makanan kaleng, kualitasnya sering kali sudah baik dan cukup untuk konsumsi harian.

Cara ini bisa membantu menekan biaya belanja tanpa banyak mengubah menu.


9. Siapkan lauk siap masak

Saat sibuk, godaan membeli makanan jadi biasanya lebih besar. Untuk mengatasinya, siapkan lauk setengah matang atau bahan siap masak agar proses memasak jadi lebih cepat.

Melansir studi berjudul Home Meal Preparation: A Powerful Medical Intervention, penyimpanan makanan dapat membuat memasak di rumah lebih praktis.

Contohnya, siapkan ayam ungkep, ayam suwir, sambal, bumbu dasar, atau lauk kering untuk beberapa porsi.


10. Manfaatkan kembali makanan yang tersisa

Sisa makanan sering terbuang karena tidak memiliki rencana menu yang baik. Padahal makanan yang tersisa bisa jadi menu baru jika diolah dengan tepat.

Misalnya, nasi sisa semalam bisa dimasak kembali jadi nasi goreng atau bubur, ayam sisa bisa jadi topping mi, dan sayur sisa bisa masuk telur dadar.

Masak hemat bukan berarti harus makan seadanya. Kuncinya adalah membuat bahan yang sama bisa dipakai lebih cerdas, sehingga pengeluaran makan lebih terkendali tanpa harus mengorbankan rasa.

(anm/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |