CNN Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026 11:45 WIB
Ilustrasi. Sebaiknya lakukan beberapa hal yang bagus untuk tubuh setelah door darah. (istockphoto/vgajic)
Jakarta, CNN Indonesia --
Donor darah merupakan kegiatan mulia yang dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Namun, tidak semua orang mengetahui apa yang perlu dilakukan setelah donor darah, terutama pendonor pemula.
Padahal, langkah-langkah perawatan setelah donor darah penting untuk membantu tubuh beradaptasi dan mempercepat proses pemulihan.
Selain bermanfaat bagi penerima donor, kegiatan ini juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi pendonor, mulai dari membantu menjaga kesehatan jantung hingga mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh. Karena itu, selain mempersiapkan diri sebelum donor, penting pula memahami cara merawat tubuh setelah proses donor darah selesai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa saja yang harus dilakukan setelah donor darah?
Berikut lima hal yang perlu diperhatikan setelah donor darah agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan, melansir PMI:
1. Perbanyak minum air putih
Hal pertama yang perlu dilakukan setelah donor darah adalah memperbanyak konsumsi cairan. Saat donor darah, tubuh kehilangan sejumlah cairan sehingga perlu segera digantikan agar tidak mengalami dehidrasi.
Disarankan untuk minum lebih banyak air putih atau minuman yang mengandung elektrolit selama 24 jam setelah donor darah. Sebaliknya, hindari minuman berkafein dan beralkohol karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh dan menghambat proses pemulihan.
2. Hindari aktivitas fisik yang berat
Setelah donor darah, sebaiknya hindari aktivitas fisik berat, termasuk olahraga intensitas tinggi. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah kehilangan sejumlah darah.
Memaksakan diri melakukan aktivitas berat dapat meningkatkan risiko pusing, lemas, bahkan pingsan. Selain itu, aktivitas yang terlalu berat juga dapat memicu perdarahan pada bekas tusukan jarum donor.
Anda tetap dapat beraktivitas atau bekerja seperti biasa, tetapi usahakan menghindari pekerjaan yang membutuhkan tenaga berlebihan setidaknya selama beberapa jam setelah donor.
3. Jangan terburu-buru melepas perban
Perban yang dipasang setelah donor darah berfungsi untuk membantu menghentikan perdarahan dan mengurangi risiko memar di area bekas tusukan jarum.
Karena itu, jangan langsung melepas perban setelah donor. Biarkan perban tetap terpasang setidaknya selama empat jam.
Apabila darah masih merembes dari area tersebut, tekan perlahan dengan tangan yang bersih dan angkat lengan hingga posisinya lebih tinggi dari jantung selama beberapa menit hingga perdarahan berhenti.
4. Istirahat sejenak
Luangkan waktu untuk beristirahat selama 10 hingga 15 menit setelah donor darah. Biasanya, penyelenggara donor darah menyediakan area istirahat lengkap dengan makanan ringan dan minuman untuk membantu pemulihan awal.
Istirahat singkat ini penting agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan perubahan volume darah. Selain itu, istirahat juga membantu mengurangi risiko pusing, lemas, atau pingsan setelah donor.
5. Konsumsi makanan bergizi
Mengonsumsi makanan bergizi setelah donor darah dapat membantu tubuh memproduksi kembali sel darah yang hilang.
Pilih makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah, hati, ikan, telur, bayam, dan kacang-kacangan. Lengkapi pula dengan makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, atau kiwi, untuk membantu penyerapan zat besi secara optimal.
Jika setelah donor darah Anda mengalami pusing berat, perdarahan yang tidak kunjung berhenti, nyeri dada, lemas berlebihan, atau pingsan, segera minta pertolongan medis.
Itulah lima hal yang perlu dilakukan setelah donor darah. Dengan perawatan yang tepat, tubuh dapat pulih lebih cepat sehingga Anda tetap sehat dan siap kembali beraktivitas.
(ahd/tis)
Add
as a preferred source on Google

















































