62 Kasus Super Flu Terdeteksi di RI, Wamenkes Sebut Masih Aman

17 hours ago 3

CNN Indonesia

Jumat, 09 Jan 2026 10:00 WIB

Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus merespons kasus super flu yang terdeteksi di Indonesia masih dalam situasi yang aman. Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus merespons kasus super flu yang terdeteksi di Indonesia masih dalam situasi yang aman. (kemkes.go.id)

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan saat ini lebih dari 62 kasus super flu terdeteksi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan situasi tersebut belum menjadi kekhawatiran karena berada dalam batas aman.

"Super flu aman. Super flu itu influenza A (H3N2) subclade K, itu terjadi pertama kali di Amerika. Maka, untuk hari ini kasus di Indonesia kan baru 62 yang diperiksa secara laboratorium ya, untuk vaksinnya kita biasa aja, vaksin (influenza) seperti biasa," ujarnya pada Kamis (8/1), dilansir dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benjamin menambahkan, jumlah kasus flu menunjukkan tren penurunan selama dua bulan terakhir. Menurutnya, peningkatan kasus hanya terjadi di awal peralihan musim dari kemarau ke musim hujan, begitu pun sebaliknya.

"Tapi ingat, hari ini kasus flu sudah turun jauh selama dua bulan ini. Dua minggu terakhir kan juga sudah makin turun, jadi flu itu selalu memuncak di awal musim," katanya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut sebagai super flu sudah ada sejak lama, seperti flu biasa, dan tidak mematikan seperti saat COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).

"Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," kata Budi.

Budi menambahkan, H3N2 merupakan virus Influenza yang cenderung meningkat setiap tahunnya di negara empat musim. Sementara di Indonesia, kenaikan kasus biasanya tidak terlalu signifikan.

Selain itu, Subclade K atau 'super flu' tidak memiliki tingkat fatalitas seperti Covid-19. Dengan demikian, subclade K atau super flu tidak lebih mematikan atau ganas.

"Enggak usah khawatir bahwa ini seperti Covid-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa, influenza H3N2," ujar dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan, namun tetap waspada.

"Yang penting buat teman-teman, jaga kesehatan, imunitasnya, istirahatnya cukup, sehingga kalau kena (Subclade K), sama seperti flu biasa, bisa kembali lagi," ujar dia.

Hingga Desember 2025, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 62 kasus super flu di Indonesia. Sebagian besar pasien merupakan kelompok perempuan dan anak.

(fef)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |