7 Efek Samping Berhubungan Intim saat Haid, Picu Perdarahan Hebat

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Rabu, 28 Jan 2026 00:30 WIB

Tak sedikit pasangan yang ragu untuk berhubungan seksual saat masa haid. Memangnya, apa saja efek samping berhubungan intim saat haid? Ilustrasi. Ada beberapa efek samping berhubungan intim saat haid. (Istockphoto/dima_sidelnikov)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tak sedikit pasangan yang ragu untuk berhubungan seksual saat masa haid. Keraguan tersebut muncul akibat anggapan bahwa aktivitas intim pada periode menstruasi bisa memicu gangguan kesehatan tertentu.

Maka itu, memahami lebih dalam soal efek samping berhubungan intim saat haid perlu diketahui banyak orang. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, simak pembahasan berikut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Efek samping berhubungan intim saat haid

Mengutip Healthline dan Very Well Health, hubungan intim ketika menstruasi memang dapat menimbulkan beberapa dampak. Dampak itu tak selalu serius, tetapi tetap perlu diperhatikan agar aktivitas seksual berjalan lebih aman dan nyaman.

1. Seks yang tidak kondusif

Salah satu efek samping berhubungan intim saat haid yang paling terasa ialah kondisi yang cenderung berantakan atau kurang kondusif.

Pasalnya, darah menstruasi dapat mengenai tubuh, pasangan, hingga seprai. Aliran darah yang cukup deras juga membuat situasi terasa kurang nyaman bagi sebagian orang.

Keadaan tersebut memang tak berbahaya, tapi bisa mengganggu suasana. Beberapa pasangan merasa kurang rileks karena khawatir darah akan mengotori area sekitar tempat tidur.

2. Rasa kurang percaya diri

Selain faktor kebersihan, darah menstruasi dapat memengaruhi kepercayaan diri. Perasaan tak nyaman dan cemas muncul sebelum atau selama berhubungan intim.

Kondisi psikologis itu secara tak langsung berpotensi menurunkan kenikmatan yang dirasakan oleh kedua belah pihak.

Efek samping berhubungan intim saat haid pada aspek mental kerap diabaikan. Padahal, kenyamanan emosional memegang peranan penting dalam hubungan seksual.

Darah menstruasi berpotensi membawa virus dan bakteri. Jadi, risiko penularan infeksi menular seksual, termasuk HIV dan hepatitis, dapat meningkat karena adanya kontak langsung dengan darah.

Beberapa jenis infeksi menular seksual (IMS) lain, seperti herpes, juga lebih mudah menular pada kondisi tersebut.

Gunakan kondom atau alat penghalang lain untuk menekan risiko penularan.

4. Perdarahan terasa lebih banyak

Hand holding feminine sanitary napkin, an absorbent item worn by a woman while menstruating, on red background with copy space  for hygiene and health conceptIlustrasi. Perdarahan lebih banyak, salah satu efek samping berhubungan intim saat haid. (Istockphoto/iamnoonmai)

Saat menstruasi, pembuluh darah di area rahim berada dalam kondisi lebih sensitif. Aktivitas seksual dapat memicu perdarahan yang tampak lebih banyak selama atau setelah berhubungan intim.

Perdarahan tambahan saat berhubungan biasanya bersifat sementara, tapi tetap perlu diperhatikan, terutama bagi perempuan yang memiliki riwayat menstruasi berat.

5. Vagina terasa kurang lembap

Efek samping berhubungan intim saat haid lainnya berkaitan dengan tingkat kelembapan vagina. Pada sebagian perempuan, dinding vagina terasa lebih kering.

Situasi itu dapat memantik rasa tidak nyaman saat penetrasi. Alhasil, berhubungan pun bakal terasa kurang nyaman.

6. Risiko infeksi vagina meningkat

Menstruasi memengaruhi tingkat keasaman vagina. Perubahan pH tersebut dapat membuat area intim lebih rentan terhadap infeksi, seperti vaginosis bakteri atau infeksi jamur.

Gejala yang muncul bila terjadi infeksi umumnya berupa gatal, bau tidak sedap, atau keputihan tidak normal.

Menjaga kebersihan area intim sebelum dan setelah berhubungan intim menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko ini.

Itulah beberapa efek samping berhubungan intim saat haid. Semoga bermanfaat.

(san/asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |