Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Investasi dan Hilirisasi menyiapkan delapan program prioritas untuk mengejar target realisasi investasi sebesar Rp2.175,2 triliun pada 2026.
Target tersebut melonjak dibandingkan capaian 2025 yang tercatat Rp1.095,6 triliun dan diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6 persen.
"Diharapkan dengan investasi yang masuk kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen. Inilah kontribusi yang diharapkan dari Kementerian Investasi dalam rangka pencapaian pertumbuhan ekonomi yang baik," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rosan merinci jurus pertama adalah pemeliharaan dan pembaruan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (OSS). Menurut Rosan, OSS menjadi ujung tombak peningkatan investasi, namun masih perlu perbaikan karena dinilai berjalan lambat.
"Ini memang hal yang harus kita prioritaskan karena ini adalah ujung tombak kita dari OSS ini," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan perlunya pembaharuan sistem OSS karena sistem yang berjalan selama ini cenderung lambat.
"Sistem yang ada sekarang sangat lambat, sehingga perlu integrasi penuh agar meningkatkan kredibilitas, akselerasi, dan kepastian perizinan," jelasnya.
Jurus kedua dan ketiga mencakup penyusunan rencana aksi nasional Hilirisasi Investasi Strategis (HIS) serta implementasi roadmap HIS. Selanjutnya, BKPM juga menyiapkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk mengoptimalkan potensi unggulan di daerah.
Jurus keempat adalah pemasaran peluang investasi berbasis wilayah sesuai keunggulan masing-masing daerah. Kelima, kemudahan dan percepatan perizinan berusaha, termasuk pelayanan serta pendampingan bagi pelaku usaha.
Selain itu, keenam, BKPM juga menyiapkan jurus fasilitasi penyelesaian kendala realisasi investasi dan pengawasan berbasis risiko.
Adapun jurus ketujuh dan kedelapan adalah perluasan kerja sama internasional dengan mitra strategis serta peningkatan iklim investasi agar lebih berdaya saing.
Rosan optimistis delapan jurus tersebut dapat mendorong masuknya investasi secara signifikan sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.
(sfr/sfr)

















































