Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap bahwa Federasi Futsal Iran memuji Timnaf Futsal Indonesia yang tampil luar biasa.
Timnas Futsal Indonesia harus menjadi runner up usai kalah adu penalti 4-5 (5-5) dari Iran pada laga final AFC Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2).
"Dan malam hari ini, benar-benar luar biasa. Iran ini sudah 14 kali menjadi Juara Dunia... eh Juara, sorry, Juara Asia. Dan tadi saya mendengar testimoni dari... apa tadi... Ketua Futsal-nya Iran ya, mereka memuji bahwa Timnas Indonesia luar biasa. Bahkan tadi testimoninya, dari sekian final, laga final yang pernah diikuti Iran, ini yang katanya paling menantang," ucap AHY.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling seru, karena sampai dengan detik terakhir semuanya deg-degan karena tidak tahu hasilnya seperti apa. Jadi saya rasa ini sebuah hal yang sangat-sangat membanggakan dan tentunya masa depan kita insyaallah baik," kata AHY menambahkan.
Dalam laga ini Iran yang disebut-sebut sebagai 'raja terakhir futsal Asia' unggul pada menit keempat melalui Hosein Tayebi yang memanfaatkan umpan Mehdi Karimi.
Namun, Indonesia mampu membalas pada menit ketujuh lewat gol Reza Gunawan setelah memanfaatkan bola rebound setelah Bagher Mohammadi gagal menangkap bola dengan baik.
Tidak berselang lama, lemparan kiper Indonesia Ahmad Habiebie bisa menjangkau Israr Megantara. Kendati ruang ditutup, Israr bisa berkelit dan kemudian melepaskan sepakan yang membuat bola bersarang di gawang. Indonesia berbalik memimpin 2-1.
Indonesia memperlebar jarak. Lagi-lagi Israr Megantara yang membobol gawang Iran. Lemparan datar Habiebie mengarah ke Israr yang kemudian menggiring bola dan menuntaskan tendangan. Skor 3-1 pada menit kesembilan.
Pada menit ke-15 Iran mencetak gol. Saeid Ahmad bisa membobol gawang Indonesia. Wasit kemudian mengecek rekaman video dan kemudian melihat rekaman proses serangan Iran. Bola terlihat meninggalkan area pertandingan lebih dulu dan gol dibatalkan.
Pemain Indonesia Wendy Brian Ick kemudian melakukan sacrifice foul pada menit ke-16 yang berujung penalti dari titik kedua. Salar Aghapour yang menjadi eksekutor penalti gagal menaklukkan Habiebie yang melakukan penyelamatan cemerlang.
Pada menit ke-18 Iran memangkas jarak. Tendangan bebas yang berasal dari kesalahan Habiebie dalam menguasai bola dimanfaatkan Iran. Umpan Aghapour dituntaskan Mehdi Karimi.
Setelah skor 3-2 bertahan hingga turun minum, Iran mengawali babak kedua dengan permainan agresif yang terus menekan Indonesia.
Saeid Ahmad mencetak gol pada menit ke-23 setelah memanfaatkan peluang lewat tendangan bebas. Skor menjadi 3-3.
Skor imbang tidak bertahan lama. Hanya hitungan detik, Samuel Eko bisa membobol gawang Iran setelah memanfaatkan kesalahan lawan dalam melakukan build up.
Setelah Indonesia kembali memimpin dengan skor 4-3, Iran merespons dengan serangan yang menghasilkan peluang berbahaya yang tidak berujung gol lantaran aksi defensif kukuh dari pemain-pemain Merah Putih.
Serangan-serangan Iran terus berdatangan. Pada empat menit terakhir Iran memainkan powerplay dengan memaksimalkan Mahdi Karimi sebagai kiper terbang. Skor 4-4 setelah Karimi mencetak gol pada menit ke-37.
Tidak ada gol pada babak pertama extra time. Gol baru lahir pada babak kedua extra time. Pada menit ke-38 Israr Megantara mencetak gol yang membuat skor menjadi 5-4. Israr mencetak gol dengan memanfaatkan tendangan penjuru cepat.
Menjawab ketertinggalan, Iran mencetak gol setelah memainkan powerplay. Agharpour mencetak gol tendangan jarak jauh. Skor 5-5. Angka kembar tidak berubah sampai waktu habis.
Firman Adriansyah menjadi eksekutor pertama Indonesia sukses melaksanakan tugas. Muhammad Nizar kemudian menggagalkan tendangan pertama pemain Iran MasoudYousef.
Eksekutor kedua Indonesia, Rio Pangestu, membawa Indonesia memimpin 2-0 dalam babak adu penalti. Mohammadhosein Derakhsani mencetak gol ke gawang Indonesia.
Rizki Xavier turut mengikuti jejak Firman dan Rio. Indonesia memimpin 3-1. Saeid Ahmad kemudian membobol gawang Habiebie.
Saat Indonesia berpeluang untuk menamatkan perlawanan Iran, Dewa Rizki justru gagal mencetak gol penalti. Skor masih 3-2 untuk Indonesia. Aghapour kemudian menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Ardiansyah Nur yang menjadi algojo penalti kelima Indonesia kembali membawa Indonesia memimpin 4-3. Hossein Tayebi membobol gawang Nizar dan skor menjadi 4-4.
Israr Megantara yang menjadi penendang penentuan justru gagal menjaringkan bola ke gawang Iran, setelah tembakannya melenceng ke sisi kiri gawang Iran.
Sementara Hossein Sabzi menjadi penendang keenam Iran mampu membobol gawang Indonesia. Indonesia kalah adu penalti 4-5 dari Iran dan harus puas jadi runner up.
"Waduh, kita jantungan sampai akhir, ya. Dan benar-benar kita sangat mengapresiasi Timnas kita, kebanggaan kita, para atlet yang berjuang tadi mati-matian. Dari menit pertama sampai dengan perpanjangan waktu, dan terakhir ditentukan oleh adu penalti. Saya rasa memang sudah terbaik yang diberikan oleh Timnas kita," kata AHY.
"Tentunya kita mengucapkan selamat kepada Iran yang menjadi juara tahun ini, tapi tadi saya melihat masa depan yang cerah sekali untuk futsal kita. Terima kasih Pak Menpora... eh, terima kasih Pak Ketum [FFI] yang juga tentunya telah mengawal ini semuanya. Kita bangga. Sekali lagi, ini adalah bukti bahwa Indonesia bisa berprestasi. Kemarin mengalahkan Jepang yang juga pernah juara tentunya, tingkatan tinggi, 5-3 kemarin ya," ucap AHY menambahkan.
(rhr/ikw/rhr)

















































