Airlangga Klaim Harga Barang Stabil Meski Biaya Logistik Global Naik

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kenaikan biaya logistik global akibat perang Timur Tengah belum berdampak pada harga barang-barang di dalam negeri menjelang Lebaran.

Menurut Airlangga, kondisi harga masih relatif stabil karena pasokan barang berasal dari stok yang sebelumnya sudah masuk sebelum gangguan distribusi terjadi.

"Belum, belum (biaya logistik berdampak ke harga barang). Ini kan masih stok yang kemarin yang sudah masuk. Masih aman," kata Airlangga dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan dampak konflik geopolitik terhadap harga biasanya tidak terjadi secara langsung karena rantai distribusi barang membutuhkan waktu. Selama persediaan lama masih tersedia di pasar, kenaikan biaya logistik belum langsung tercermin pada harga di tingkat konsumen.

Namun, pemerintah tetap memantau perkembangan situasi global mengingat konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional.

Sebelumnya, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memperingatkan konflik di kawasan Timur Tengah dapat mendorong kenaikan biaya logistik global lebih dari 30 persen jika berlangsung berkepanjangan.

Kenaikan biaya tersebut dipicu oleh melonjaknya harga energi serta gangguan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz. Sejumlah kapal bahkan harus memutar melalui rute alternatif seperti Cape of Good Hope di Afrika Selatan, yang menambah waktu perjalanan hingga 15-20 hari dan meningkatkan biaya operasional kapal.

Selain itu, biaya asuransi kargo serta tambahan biaya risiko perang juga meningkat tajam. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu tekanan baru pada biaya perdagangan global jika konflik berlangsung dalam waktu lama.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)

Read Entire Article
| | | |