Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada awal perdagangan Senin (9/3) di tengah tekanan sentimen global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah dan lonjakan harga energi dunia.
Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.10 WIB, IHSG turun 5,41 persen atau melemah 410,73 poin ke level 7.174.
Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah juga ikut tertekan. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.009 per dolar AS pada Senin pagi, melemah 84 poin atau sekitar 0,50 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekanan terhadap pasar keuangan domestik ini muncul seiring lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus level psikologis US$100 per barel. Pada Minggu (8/3), harga minyak Brent melonjak 12,63 persen menjadi sekitar US$104 per barel, sementara minyak mentah Amerika Serikat naik 14,7 persen.
Kenaikan harga energi tersebut terjadi setelah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memicu kekhawatiran gangguan distribusi minyak di kawasan Timur Tengah, termasuk jalur vital Selat Hormuz yang menjadi rute utama perdagangan energi dunia.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan tekanan terhadap IHSG masih didorong oleh kombinasi sentimen global dan domestik, terutama lonjakan harga minyak yang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
"Terlebih crude oil tertinggi sejak 2022 atau naik lebih dari 20 persen ke level US$114 per barel," kata Audi kepada CNNIndonesia.com, Senin (9/3).
Ia memperkirakan pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan berada di area rawan koreksi dan berpotensi menguji level support tertentu.
"IHSG kami perkirakan masih akan uji support 7.139-7.200. Jika bertahan kemungkinan akan terjadi technical rebound, tetapi jika breakdown maka potensi penurunan masih berlanjut," ujarnya.
Menurut Audi, ketegangan geopolitik yang semakin panas telah memicu gangguan pada sejumlah infrastruktur energi, mulai dari serangan terhadap kilang minyak hingga tanker di Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong harga energi global naik dan memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi dunia.
Selain faktor global, pasar juga mencermati sejumlah perkembangan domestik. Investor disebut tengah melakukan penyesuaian portofolio setelah perubahan struktur kepemilikan saham global serta menunggu rilis sejumlah indikator ekonomi seperti indeks keyakinan konsumen Februari 2026.
Di sisi lain, kondisi fiskal Indonesia juga menjadi perhatian setelah defisit anggaran tercatat mencapai Rp135,7 triliun atau sekitar 0,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam dua bulan pertama 2026.
Sementara itu, pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dan IHSG pada awal pekan ini juga dipengaruhi perkembangan politik di Iran yang dinilai berpotensi memperpanjang konflik di kawasan tersebut.
"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi adalah faktor eksternal dan internal yang kita lihat bahwa pemimpin baru Iran sudah terpilih yaitu pengganti Ayatullah Khamenei itu adalah Mujtaba Khamenei. Sehingga kemungkinan besar dalam enam bulan ke depan perang di Timur Tengah ini masih akan terus berjalan," kata Ibrahim.
Ia menjelaskan pergantian kepemimpinan di Iran membuat ketegangan geopolitik semakin meningkat. Situasi tersebut berdampak pada produksi energi di kawasan Teluk yang mulai berkurang sehingga mendorong harga minyak mentah dunia melonjak.
Menurut Ibrahim, jika konflik berkepanjangan tanpa solusi dalam waktu dekat, lonjakan harga energi berpotensi semakin tinggi dan memicu tekanan ekonomi global.
"Banyak analis yang mengatakan kemungkinan besar harga minyak mentah ini akan mencapai level US$200 per barel apabila dalam jangka waktu satu bulan ini belum ada penyelesaian tentang krisis di Timur Tengah," ujarnya.
Kombinasi tekanan global dan kekhawatiran terhadap kondisi domestik inilah yang membuat investor cenderung berhati-hati sehingga memicu aksi jual di pasar saham serta pelemahan nilai tukar rupiah pada awal perdagangan hari ini.
(del/ins)


















































