AS Buru Mojtaba Khamenei, Siapkan Hadiah US$10 Juta

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga US$10 juta atau setara Rp169,6 miliar (US$1=Rp16.960,05) bagi yang memberikan informasi terkait pejabat tinggi militer dan intelijen Iran.

Daftar pencarian tersebut mencakup pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, beserta sembilan pejabat lainnya yang terafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tersebut diumumkan situs resmi Departemen Luar Negeri AS dengan menargetkan tokoh-tokoh kunci IRGC, pasukan elite yang setia kepada pemimpin tertinggi dan bertugas melindungi pemerintahan ulama Syiah.

Mojtaba Khamenei baru saja naik takhta menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Meski telah merilis pernyataan perdana pada Kamis (12/3), Mojtaba yang diyakini terluka dalam serangan tersebut belum menampakkan diri di depan publik.

[Gambas:Video CNN]

Selain sang pemimpin tertinggi Iran, Washington juga memburu informasi mengenai tokoh keamanan utama, seperti Ali Larijani, Menteri Intelijen Esmail Khatib, Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni, serta sejumlah pejabat di kantor pemimpin tertinggi.

Menariknya, Ali Larijani justru terlihat menghadiri aksi massa di Teheran pada Jumat (13/3) bersama Presiden Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araqchi, sebagaimana terverifikasi dalam video Reuters.

Kemunculan tersebut berbanding terbalik dengan klaim Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang sebelumnya menyatakan kepemimpinan Iran tengah "bersembunyi di bawah tanah."

Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa para pejabat dalam daftar tersebut memegang peran krusial dalam operasi IRGC di kancah global.

"Orang-orang ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC yang merencanakan, mengorganisasi, dan mengeksekusi aksi terorisme di seluruh dunia," bunyi pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS.

Reuters pada Sabtu (14/3) memberitakan daftar hadiah tersebut juga mencantumkan empat pejabat lain, termasuk komandan IRGC dan sekretaris dewan pertahanan Iran, tanpa menyertakan nama maupun foto mereka.

Washington sebelumnya telah menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris asing. AS juga menuduh Teheran berada di balik rencana pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump sebagai aksi balas dendam atas kematian Qassem Soleimani pada 2020.

Namun, pihak Iran secara rutin membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai serangan politik tanpa dasar untuk melegalkan sanksi terhadap mereka.

(lau/chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |