Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat (AS) dan Taiwan mencapai kesepakatan dagang pada Kamis (15/1). Kesepakatan itu akan memangkas tarif pada banyak ekspor perusahaan semikonduktor, yang berisiko membuat China marah.
Kesepakatan ini memperdalam hubungan AS dengan Taiwan saat China meningkatkan tekanan ke pulau tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Reuters, berdasarkan kesepakatan yang telah lama dinegosiasikan, produsen chip Taiwan seperti TSMC 2330.TW, yang memperluas produksi di AS, akan dikenakan tarif lebih rendah untuk semikonduktor atau peralatan manufatur.
Tarif umum yang berlaku untuk sebagian besar ekspor Taiwan lainnya ke AS akan turun dari 20 persen menjadi 15 persen.
Obat-obatan generik, komponen pesawat terbang, dan 'sumber daya alam yang tidak tersedia' akan dikenakan tarif 0 persen. AS juga berjanji tidak akan berlaku buruk jika Taiwan menaikkan tarif chip di kemudian hari.
Sebagai imbalannya, perusahaan Taiwan akan menginvestasikan US$250 miliar untuk meningkatkan produksi peralatan manufaktur, energi, dan kecerdasan buatan di AS.
Taiwan juga akan menjamin tambahan US$250 miliar dalam bentuk kredit untuk memfasilitasi investasi lebih lanjut.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan, tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk membawa 40 persen dari seluruh rantai pasokan dan produksi chip Taiwan ke AS.
"Jika mereka [Taiwan] tidak membangun di AS, tarif kemungkinan akan menjadi 100 persen," ujar Lutnick.
(asr)

















































