Ayah Ibu Coba Biarkan Anak Pilih Pakaiannya Sendiri, Ini Manfaatnya

4 hours ago 11

CNN Indonesia

Rabu, 10 Jun 2026 10:30 WIB

Manfaat membiarkan anak memilih pakaiannya sendiri. Ilustrasi. Ada beberapa manfaat membiarkan anak memilih pakaiannya sendiri. (Istockphoto/ Monkeybusinessimages)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Satu pesan untuk ayah dan ibu, jangan terlalu repot terus mengurusi baju-baju yang dipakai anak. Sesekali, ayah atau ibu bisa membiarkan anak memilih baju yang ingin dipakainya sendiri.

Jangan salah, ada manfaat dari membiarkan anak memilih bajunya sendiri. Apa saja?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak orang tua yang sibuk memilihkan pakaian untuk anak. Mulai dari pakaian untuk main hingga untuk menghadiri pesta, semua dipilihkan orang tua.

Padahal, sebagai orang tua, Anda belum tentu memahami pilihan pakaian atau gaya si buah hati. Bisa jadi mereka tak suka dengan pakaian yang Anda pilihkan.

Untuk itu, tak ada salahnya mencoba membiarkan anak memilih pakaian yang akan dikenakannya sendiri. Para ahli sepakat, membiarkan anak memilih pakaiannya sendiri sangat penting untuk perkembangan dan kedewasaan mereka.

"Anak-anak memiliki kendali yang sedikit atas hidup mereka. Jadi, membiarkan mereka membuat pilihannya sendiri sangat penting untuk pertumbuhan emosionalnya," ujar psikolog dari Heartwise Psychotherapy Rebecca A Love, melansir Parents.

Menurut Love, memberi anak-anak kebebasan berekspresi dalam berpakaian adalah cara mudah untuk menawarkan kendali dalam hidup mereka.

Meski tampak seperti hal kecil, ada beberapa manfaat membiarkan anak memilih bajunya sendiri. Berikut di antaranya.

1. Mengajarkan anak berekspresi

Membiarkan anak memilih pakaiannya sendiri dapat meningkatkan kepercayaan diri. Gaya mereka adalah bentuk ekspresi diri yang sangat besar.

Selain itu, membiarkan anak membuat keputusan sendiri terkait pakaian juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri.

2. Mengajarkan kemandirian dan tanggung jawab

Pilihan pakaian juga dapat menanamkan rasa tanggung jawab dan kemandirian pada anak. Dengan cara ini, anak mendapatkan ruang untuk berlatih mengambil keputusan.

Anak dapat belajar untuk berpikir tentang hal-hal yang dipilihnya, lengkap dengan konsekuen dari pilihan mereka.

3. Memberikan rasa kendali

Anak-anak mendapatkan banyak kepuasan dari membuat pilihan mereka sendiri, bahkan pilihan kecil sekalipun seperti pakaian. Hal ini memberikan rasa kendali yang tidak selalu mereka rasakan.

Potensi dampak buruk

Meski bermanfaat untuk perkembangan emosional, membiarkan anak memilih seutuhnya juga bisa berdampak buruk. Misalnya saja, pilihan pakaian anak yang terlalu bebas dan bisa menjadi sumber ejekan orang lain. Hal ini bisa terjadi ketika anak tak mengikuti tren terkini hingga berisiko terlihat aneh di antara teman-temannya.

Psikolog sekaligus penulis buku Your Neurodiverse Child Nechama Sorscher mengatakan, pakaian adalah target mudah untuk dijadikan bahan perundungan.
"Anak-anak yang lebih ekspresif dengan pakaian mereka akan menonjol, dan itu berpotensi mendatangkan perhatian negatif," ujar dia.

Alih-alih melarang anak berekspresi dengan pakaian, orang tua dianjurkan untuk mengajak si kecil berbincang soal pilihan pakaiannya.

Pertimbangkan untuk mengajukan pertanyaan seperti 'bagaimana perasaanmu mengenakan pakaian itu?' atau 'apakah kamu percaya diri tampil dengan pakaian itu?'.

"Ini tentang membantu mereka mengeksplorasi identitas sambil belajar menghadapi umpan balik sosial dengan cara yang sehat," tambahnya.

Orang tua disarankan untuk tidak membatasi pilihan anak, namun dengan kontrol yang ketat. Misalnya, menerapkan beberapa batasan yang sudah jelas seperti tidak mengenakan pakaian yang terlalu terbuka saat udara dingin dan menutupi bagian tubuh sensitif di tempat umum.

(asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |