CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 02:00 WIB
Ilustrasi. Penelitian terbaru dari UC Riverside ungkap paparan mikroplastik pada ayah bisa sebabkan anak perempuan terkena diabetes. (iStock/SDI Productions)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah penelitian terbaru dari tim peneliti di UC Riverside School of Medicine mengungkapkan, paparan mikroplastik pada ayah dapat memengaruhi kesehatan keturunan. Anak perempuan bahkan lebih berisiko diabetes ketimbang anak laki-laki.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the Endocrine Society pada Desember 2025 ini, diterapkan pada hewan, yakni terhadap tikus. Para peneliti menemukan, polutan lingkungan berakibat buruk terhadap generasi mendatang atau F1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mikroplastik itu sendiri merupakan partikel plastik kecil berukuran kurang dari 5 milimeter yang berasal dari produk konsumen dan limbah industri. Ini dia temuan selengkapnya dalam penelitian tersebut.
Keturunan perempuan lebih rentan diabetes
Dalam studi ini, para peneliti memberikan asupan tinggi lemak kepada keturunan F1. Tujuannya, untuk mengevaluasi efek dari paparan mikroplastik yang dialami oleh ayah mereka.
Asupan ini pun dirancang untuk meniru pola makan tidak sehat yang umum terjadi, seperti pola konsumsi makanan cepat saji.
Pola makan ini biasanya menyebabkan gangguan metabolik, seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, hingga kelebihan berat badan. Semua gangguan ini bisa menambah risiko penyakit jantung hingga diabetes.
Tim peneliti menemukan, keturunan betina dari tikus jantan yang terpapar mikroplastik, lebih rentan terhadap gangguan metabolik ketimbang yang tidak terpapar. Padahal, semua keturunan F1 diberi asupan yang sama.
Profesor ilmu biomedis sekaligus penulis utama penelitian ini, Changcheng Zhou, mengatakan belum ada alasan jelas mengapa ada efek spesifik terhadap jenis kelamin.
"Dalam studi kami, keturunan betina mengembangkan fenotipe diabetes. Kami mengamati peningkatan gen pro-inflamasi dan pro-diabetes di hati mereka, gen yang sebelumnya dikaitkan dengan diabetes. Perubahan ini tidak terlihat pada keturunan jantan," tutur Zhou seperti dikutip dari The Good Men Project.
Di sisi lain, keturunan jantan tidak menunjukkan tanda-tanda diabetes, tetapi mengalami penurunan massa lemak yang signifikan. Adapun keturunan betina menunjukkan penurunan massa oto bersamaan dengan peningkatan diabetes.
Para peneliti menggunakan teknologi pengurutan khusus yang dikenal sebagai PANDORA-seq untuk memahami bagaimana sifat ini diwariskan.
Mereka menemukan, paparan mikroplastik ternyata mengubah profil RNA kecil dalam sperma, yang berperan penting dalam pengaturan ekspresi gen. Molekul ini bertindak seperti saklar yang mengontrol seberapa banyak gen diekspresikan selama perkembangan.
Implikasi penelitian terhadap manusia
Temuan ini menunjukkan, dampak pencemaran plastik tidak hanya memengaruhi individu yang terpapar, tetapi juga membuat keturunannya lebih rentan terhadap penyakit kronis.
Menurut Zhou, temuan dari penelitian terhadap tikus ini kemungkinan besar memiliki implikasi bagi manusia.
"Laki-laki yang berencana memiliki anak harus mempertimbangkan mengurangi paparan terhadap zat berbahaya seperti mikroplastik untuk melindungi kesehatan mereka dan kesehatan anak-anak mereka di masa depan," tutur Zhou.
Tim peneliti berharap, penelitian ini menjadi awal untuk penelitian lebih lanjut terkait pengaruh mikroplastik dan nanoplastik terhadap manusia.
Zhou pun tidak menutup kemungkinan timnya akan meneliti lebih lanjut terkait paparan mikroplastik pada ibu terhadap keturunannya.
(rti)

















































