Jakarta, CNN Indonesia --
Banjir melanda Desa Bugel, Kecamatan Patrol, Indramayu, Jawa Barat, akibat luapan Sungai Pembuang Bugel yang berhulu di Sungai Plawad. Sebanyak 225 rumah terdampak dengan jumlah warga sekitar 900 jiwa.
"Perlu diketahui, di Kecamatan Patrol ada delapan desa. Daerah yang memang rawan dan langganan banjir antara lain Desa Limpas, Patrol, Sukahaji, dan Bugel. Namun yang paling sering terdampak adalah Desa Bugel," kata Camat Patrol, Bagus Asep Trisnadi, mengutip detik, Jumat (23/1).
Menurut Bagus, banjir dipicu luapan Sungai Pembuang Bugel yang menerima aliran air dari Sungai Plawad. Saat hujan deras terjadi di wilayah hulu, air mengalir ke hilir dan meluap ke permukiman warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika hujan besar terjadi di hulu Sungai Plawad, setelah reda air langsung turun dan bermuara ke Sungai Pembuang Bugel. Dari luapan itu, air masuk ke wilayah Bugel dan Sukahaji," katanya.
Bagus menambahkan, ketinggian air di permukiman warga mencapai 70-80 sentimeter di luar rumah, sementara di dalam rumah berkisar 5-10 sentimeter. Selain merendam rumah, banjir berdampak pada sektor pertanian.
Warga setempat, Dewi, mengaku rumahnya kemasukan air hingga 10 sentimeter, terutama di ruang tamu yang relatif lebih rendah ketimbang ruang TV.
"Kalau air itu masuk ruang tamu kurang lebih 15 sentimeter, beda sama ruang TV karena di ruang TV tanahnya lebih tinggi," ungkap Dewi saat ditemui di depan rumahnya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/dal)

















































