Begadang, Stres dan Merokok Tingkatkan Risiko Serangan Jantung Usia Muda

6 hours ago 5

Mayapada Hospital | CNN Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 17:16 WIB

"Young adult man suffering from severe heartache, low light condition" Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/stevanovicigor)

Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai kebiasaan yang dianggap wajar di usia muda seperti begadang, stres berkepanjangan, konsumsi kopi berlebihan, hingga merokok, kerap tak disadari merupakan pemicu risiko serangan jantung. Sekalipun sering terjadi pada usia lanjut, kalangan muda pun tak luput dari risiko ini jika memiliki gaya hidup tak sehat.

Diawali oleh gejala ringan seperti nyeri dada, jantung berdebar, cepat lelah, atau sesak saat beraktivitas, dr. Aron Husink, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA, FSCAI, dari Mayapada Hospital Tangerang mengingatkan bahwa risiko semakin tinggi jika disertai hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

"Anak muda sering terjebak dalam toxic productivity dan gaya hidup tidak sehat yang meningkatkan risiko serangan jantung, berkaitan dengan penyakit jantung koroner karena penyempitan pembuluh darah jantung akibat penumpukan plak," kata dr. Aron.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dr. Aron menjelaskan, kebiasaan begadang berisiko mengganggu keseimbangan hormon stres, tekanan darah, gula darah, dan metabolisme lemak, yang membuat beban pada jantung dan pembuluh darah semakin besar. Sementara, stres yang tidak dikelola dapat membuat tubuh terus berada dalam mode waspada.

"Dalam kondisi ini, detak jantung dan tekanan darah dapat meningkat sehingga jantung bekerja lebih keras dari biasanya," katanya.

Adapun rokok mengandung zat yang dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan pembekuan darah, dan mempercepat terbentuknya plak. Dr. Aron menjelaskan, pembuluh darah perokok berusia muda yang tampak sehat pun rentan mengalami gangguan.

Untuk itu, Dr. Aron meminta agar tak mengabaikan sinyal-sinyal tubuh, yang sering disalahartikan sebagai 'masuk angin, asam lambung, kelelahan, atau efek stres. Akibatnya, anak muda tidak langsung memeriksakan diri.

Sinyal tersebut antara lain termasuk nyeri dada seperti ditekan, tertindih, panas, atau menjalar ke lengan kiri, punggung, leher, rahang, maupun ulu hati, dengan disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, tubuh sangat lemas, atau jantung berdebar tidak biasa.

Menurut dr. Aron, risiko serangan jantung di usia muda itu dapat dicegah, dimulai dari perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten. Perubahan yang dimaksud mencakup berhenti merokok, tidur cukup, mengelola stres, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga.

"Tidak harus langsung olahraga berat, aktivitas sederhana seperti jalan kaki, naik tangga, atau bersepeda ringan juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung," ujar dr. Aron.

Usia muda adalah waktu yang ideal untuk membangun kebiasaan sehat dan menjaga kesehatan jantung demi kualitas hidup jangka panjang. Pemeriksaan rutin dianjurkan sebagai deteksi dini untuk penanganan lebih awal seperti, pemeriksaan elektrokardiogram, pemeriksaan darah, ekokardiografi, treadmill test, CT scan jantung, atau pemeriksaan lanjutan lainnya.

Mendukung hal itu, Mayapada Hospital menyediakan Cardiovascular Center, layanan jantung berstandar internasional dan komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, bedah jantung, dan rehabilitasi jantung, dengan dukungan team-based management yang terdiri dari tim dokter spesialis dan subspesialis jantung berpengalaman dalam melakukan advanced treatment untuk berbagai kondisi jantung.

Cardiovascular Center ini hadir di Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, Tangerang, Bandung, dan Surabaya.

Selain itu, Mayapada Hospital juga memiliki layanan Chest Pain Unit untuk penanganan awal nyeri dada, dengan pemeriksaan awal gratis bila bukan berasal dari jantung. Bila nyeri dada disebabkan oleh masalah jantung, penanganan lanjutan dilakukan melalui Cardiac Emergency dengan dokter dokter spesialis dan subspesialis siaga 24 jam. Layanan ini dapat diakses dengan menghubungi kontak emergency 150990 atau melalui fitur button emergency call di aplikasi MyCare.

Informasi kesehatan lainnya tersedia pada fitur Health Articles & Tips di aplikasi yang sama. Ada pula fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI) dalam MyCare.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |