CNN Indonesia
Minggu, 11 Jan 2026 20:50 WIB
'Idiom', sebuah instalasi menara yang terbuat dari ribuan buku, telah jadi daya tarik wisata di Praha. (AFP/MICHAL CIZEK)
Jakarta, CNN Indonesia --
Instalasi seni berupa tumpukan buku yang membentuk menara telah menarik orang berkunjung ke Praha. Rupanya menara buku bertajuk 'Idiom' ini sempat viral di TikTok dan membuatnya diserbu pengunjung.
Praha telah lama jadi pusat wisata berkat arsitektur Barok dan budayanya yang kaya. Namun kini 'Idiom' telah jadi 'magnet' baru pariwisata setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Idiom' merupakan karya seniman Slovakia, Matej Kren. Menara berbentuk silinder ini berisi 8 ribu buku. Pintu masuknya berbentuk tetesan air mta dan cermin di setiap ujungnya. Masuk ke instalasi seni ini serasa masuk ke terowongan tanpa ujung.
Perpustakaan Kota Praha memasang 'Idiom' di aula masuknya pada 1998. Kemudian tiga tahun lalu, menara ini mendadak viral di media sosial dan mampu menyedot ratusan hingga ribuan pengunjung.
"Saya menemukannya di media sosial dan ingin mengambil foto," ujar Pattapol Thongsaard, turis asal Thailand, seperti dilaporkan AFP.
Ia rela mengantre selama sekitar satu jam bersama 100 turis lain. Udara dingin tak membuat para pengunjung menyerah.
Thongsaard mengambil foto selfie sambil mengintip ke tumpukan buku, lalu berpose bersama teman-teman di sebelahnya. Dia berkata foto-foto itu akan diunggah ke TikTok dan Instagram.
Diserbu gegara TikTok
Jubir perpustakaan Lenka Hanzlikova mengatakan pada waktu-waktu tertentu terutama Natal dan Paskah, 'Idiom' mampu menarik sekitar seribu turis per hari.
Menurut dia, antrean pengunjung yang bisa sampai dua jam itu berkat "algoritma TikTok" yang membuatnya populer di akhir 2022.
Melayani ratusan hingga ribuan turis jadi hal baru buat para staf perpustakaan.
Ilustrasi. Praha sebenarnya menawarkan berbagai macam destinasi bernuansa sejarah dan budaya salah satunya jembatan Charles. Namun kini 'Idiom' telah jadi magnet baru pariwisata setempat. (Getty Images/Guven Ozdemir)
"Sebagian besar pembaca menertawakannya dan mengatakan itu aneh, tetapi kami memiliki orang-orang yang ingin mengembalikan buku dan ikut mengantre," tambah Hanzlikova.
Perpustakaan pun beradaptasi. Satu dari lima pintu masuk dialokasikan khusus untuk turis. Mereka pun sedang mempertimbangkan mengenakan biaya dan mempekerjakan petugas untuk mengatur kerumunan.
Sementara itu, Kren menyebut 'Idiom' sebenarnya tidak dibuat untuk dijadikan objek wisata. Menara buku ini melambangkan pembelajaran tak terbatas. Buku-buku yang digunakan menggunakan buku-buku lokal yang sudah tidak terpakai.
"Saya pikir itu akan terlupakan, itu tidak dirancang untuk presentasi massal seperti ini. Saya tidak berniat menciptakan objek wisata," kata Kren.
(els)














































