Bos Besar AS-Rusia Bakal Kumpul Cari Peluang Dagang di RI Bulan Depan

7 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pimpinan dunia usaha dari berbagai negara besar, mulai dari Amerika Serikat (AS) hingga Rusia, dijadwalkan berkumpul di Jakarta pada Februari mendatang untuk menjajaki peluang perdagangan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka pertemuan pertama APEC Business Advisory Council (ABAC) tahun ini.

"APEC Business Advisory Council akan ada meeting pertamanya, dari empat (pertemuan) biasanya, dan keempat ini ada di Shenzhen pada bulan November tahun 2026, keketuaannya tentunya China, tapi yang pertama ini, 7-9 Februari ada di Jakarta," ujar Anindya dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan pertemuan ABAC di Jakarta menjadi momen khusus karena melibatkan perwakilan dunia usaha dari 21 ekonomi anggota APEC, termasuk negara-negara yang selama ini saling bersaing.

"Nah, ini spesial karena negara APEC itu total ada 21 ekonomi, dan di sana termasuk negara-negara yang kelihatannya bersaing, contohnya Amerika, China, Kanada, Rusia, dan tentu negara ASEAN beberapa di sana," ujarnya.

Menurut Anindya, masing-masing negara akan mengirim tiga perwakilan dari kalangan dunia usaha dengan level pimpinan. Ia menyebut pertemuan ini tidak hanya menjadi forum ABAC, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk memperluas perdagangan Indonesia.

"Tapi bisa dimanfaatkan untuk memperluas perdagangan Indonesia. Supaya sekalian kita bisa business matching," katanya.

Ia menambahkan kehadiran negara-negara seperti Kanada dan Rusia membuka peluang kerja sama lintas kawasan, termasuk dengan Eropa dan kawasan Eurasia.

"Jadi kita bisa manfaatkan kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan perdagangan," ucap Anindya.

Selain pertemuan ABAC, Anindya menyebut pembahasan dengan pemerintah juga mencakup rencana pembentukan business council pada setiap perjanjian dagang komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Menurut Anindya, mekanisme tersebut diharapkan membantu implementasi perdagangan dan investasi agar berjalan lebih efektif, seiring dengan upaya membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Read Entire Article
| | | |