Buang Sampah ke Cileungsi, Pemkot Tangsel Bayar Rp90 Juta per Hari

11 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Selama masa tanggap darurat, sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten dibuang ke Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kuota pembuangan sampah di PT Aspex Kumbong, Jalan Raya Narogong KM 26 per hari sebanyak 200 ton.

"450 ribu (rupiah). Ya (per ton)," ungkap Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menjawab pertanyaan usai rapat koordinasi di Puspemkot, Jumat (9/1).

Maka setiap harinya Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel harus membayar biaya pengelolaan sampah di tempat pengolahan limbah atau tipping fee sebesar Rp90 juta per hari. Pembuangan sampah asal Tangsel ke PT Aspex Kumbong sudah diketahui Kementerian Lingkungan Hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan KLH tahu dan mendukung," singkat Pilar.

Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan solusi jangka pendek. Tujuannya agar sampah tidak menumpuk di ruang-ruang publik.

Pilar jelaskan rencana membangun fasilitas mesin pencacah sampah di TPA Cipeucang, Serpong pun membutuhkan waktu. Pemkot Tangsel harus punya lahan 5000 meter persegi. Masyarakat sekitar juga mesti diajak berdiskusi.

"Sekarang belanja lahan juga kan masyarakat ada proses. Belanja lahan tuh enggak serta merta sekarang beli besok buang," jelasnya.

Kemudian, lanjut Pilar, rencana proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Cipeucang membutuhkan lahan seluas 5 hektare. Maka solusi jangka pendek sampah di Tangsel dibuang ke Cileungsi.

"Tapi ada batasnya dong. Kita cari kerja sama yang paling efektif, efisien mana yang paling menguntungkan," utaranya.

Diketahui, masalah sampah perkotaan di Tangsel terus menjadi sorotan. Gunungan serta ceceran sampah banyak terlihat di berbagai sudut ruas jalan umum hingga pemukiman warga.

Pangkal masalahnya karena TPA Cipeucang ditutup sejak 8 Desember 2025. Akibat tidak diangkut terjadi penumpukan sampah.

(arl/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |