Cerita Aneh Wanita Alami Sindrom Tangan Alien, Gerak Tak Terkontrol

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang perempuan berusia 77 tahun mendadak panik saat sedang bersantai di depan televisi di rumahnya. Tanpa disadari, tangan kirinya tiba-tiba bergerak sendiri, mengusap wajah dan rambutnya secara perlahan, seolah dikendalikan oleh orang lain.

Perempuan tersebut mengaku tidak berniat menggerakkan tangannya sama sekali. Ia bahkan mencoba menahan tangan kirinya menggunakan tangan kanan, namun gagal. Selama hampir 30 menit, tangan itu terus melakukan gerakan terarah tanpa bisa dikendalikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tangan kiri pasien mengusap wajah dan rambutnya tanpa kehendaknya. Ia menjadi sangat ketakutan. Upayanya mengendalikan tangan kiri dengan tangan kanan tidak berhasil," tulis dokter, melansir dari Times of India.

Kondisinya makin mengkhawatirkan saat sang suami membawa perempuan tersebut ke rumah sakit. Petugas medis mendapati ia menyeret kaki kiri saat berjalan.

Hasil pemindaian otak menunjukkan adanya stroke baru di kedua lobus parietal, bagian otak yang berperan penting dalam mengatur sensasi dan gerakan tubuh.

Dokter kemudian mendiagnosis pasien mengalami alien hand syndrome (AHS) atau sindrom tangan alien, sebuah kondisi neurologis langka yang membuat tangan bergerak sendiri di luar kendali pemiliknya.

Apa itu sindrom tangan alien?

Sindrom tangan alien adalah kondisi ketika satu tangan atau anggota tubuh bergerak secara mandiri, tanpa bisa dikendalikan oleh otak secara sadar.

Penderitanya sering merasa seolah tangan tersebut bukan bagian dari tubuhnya sendiri. Mengutip dari Cleveland Clinic, dalam kondisi tersebut tangan bisa:

- mengambil benda tanpa disadari,
- melepas kancing yang baru dipasang,
- mengangkat atau melayang di udara,
- menampar wajah sendiri,
- memegang benda dan sulit dilepaskan.

Palm print on foggy glass with water drops. Background is deep blue and gives gloomy impressionIlustrasi. Sindrom tangan alien terjadi saat tangan bergerak sendiri tak terkontrol. (istockphoto/Anton Novikov)

Pada kasus ekstrem, literatur medis bahkan mencatat sindrom tangan alien dapat membahayakan pemiliknya, termasuk mencekik atau melukai diri sendiri.

Fenomena ini sering digambarkan pasien seperti adegan film horor, karena tubuh seakan tidak lagi sepenuhnya berada di bawah kendali mereka.

Sindrom tangan alien terjadi akibat kerusakan atau gangguan komunikasi antar bagian otak, terutama di area berikut:

* Korpus Kalosum: bagian tengah otak yang terletak di antara belahan otak kanan dan kiri.
* Daerah parietal: bagian atas dan belakang otak, di bawah puncak tengkorak
* Daerah frontal: bagian otak yang terletak di belakang dahi

Kerusakan tersebut dapat dipicu oleh stroke, cedera otak, tumor otak, operasi otak, hingga penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Pada kasus perempuan 77 tahun ini, dokter menduga gejala muncul akibat gangguan aliran darah ke otak, yang berkaitan dengan penghentian sementara obat pengencer darah menjelang operasi tulang belakang.

Sindrom ini termasuk sangat jarang. Sebuah tinjauan medis pada 2013 mencatat hanya sekitar 150 kasus yang pernah terdokumentasi di seluruh dunia.

Uniknya, kasus perempuan ini tergolong sangat singkat. Gejalanya hilang dalam waktu sekitar 30 menit, menjadikannya salah satu contoh kasus sindrom tangan alien terpendek yang pernah dilaporkan.

Meski demikian, tangan kirinya sempat mengalami lemas dan mati rasa selama beberapa jam setelah kejadian. Pasien kemudian diminta melanjutkan kembali pengobatan dan dipulangkan tanpa komplikasi lanjutan.

Hingga kini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan sindrom tangan alien sepenuhnya. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat mempertimbangkan obat anti kejang atau suntikan botulinum toxin untuk mengurangi gerakan tak terkendali.

(nga/asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |