Bandung, CNN Indonesia --
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap temuan alih fungsi lahan di lokasi bencana tanah longsor Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dedi menyebut area sekitar longsor merupakan kebun yang menggunakan plastik mulsa dan telah dibuka hingga ke puncak bukit.
"Faktornya sudah bisa kita lihat. Kebun sampai ke atas, pakai plastik. Ini jelas alih fungsi lahan," ujar Dedi saat turun langsung ke lokasi bencana pada Sabtu (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mengunjungi lokasi tersebut, pria yang akrab disapa Kang Demul ini turut membantu evakuasi korban meninggal dunia yang tertimbun longsor.
Ia terlihat turun langsung melakukan evakuasi, bersama dengan warga serta petugas gabungan. Setelah lebih dari satu jam, korban yang tertimbun tersebut berhasil dievakuasi.
Menurut Dedi, kondisi tanah di lokasi kejadian sangat berbahaya karena bertumpuk dan berpotensi ambles, sehingga menyulitkan proses evakuasi. Ia menjelaskan, sebagian korban diduga tertimpa longsoran saat sedang tidur.
"Ada korban yang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu dan pohon. Itu yang membuat proses evakuasi menjadi sulit," ujar Dedi.
Hingga kini, sambung Dedi, data jumlah korban hingga kini masih terus berubah.
"Kita belum bisa mengidentifikasi. Fokus saya hari ini adalah mengangkat jenazah secara bertahap dan setelah itu melakukan pemulihan lingkungan," ujarnya.
Sebagai langkah ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan merelokasi seluruh rumah warga di sekitar lokasi bencana. Dedi menilai kawasan tersebut tidak lagi layak huni karena potensi bencana susulan sangat tinggi.
"Warga harus segera direlokasi dan kawasan ini sebaiknya dihutankan saja," ujarnya.
Pemprov Jabar juga menyiapkan bantuan bagi keluarga korban. Setiap kepala keluarga yang anggota keluarganya meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp 25 juta.
(czr/sfr)

















































