Jakarta, CNN Indonesia --
UEFA resmi menunjuk wasit asal Somalia, Omar Artan, untuk memimpin laga Piala Super Eropa 2026 yang akan digelar Agustus mendatang.
Keputusan ini diambil hanya berselang beberapa hari setelah Artan dideportasi dan dilarang masuk ke Amerika Serikat untuk bertugas di Piala Dunia 2026.
UEFA mengonfirmasi bahwa Artan akan memimpin laga puncak pada 12 Agustus 2026 antara juara Liga Champions, Paris Saint-Germain, melawan kampiun Liga Eropa, Aston Villa. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Salzburg, Austria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepak bola diciptakan untuk menghubungkan orang-orang, dan UEFA ingin menunjukkan rasa hormat kami kepada Omar serta kemampuan kepemimpinannya yang luar biasa di atas lapangan," tegas Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, dalam pernyataan resminya, Kamis (11/6).
Penunjukan ini menjadi angin segar bagi Artan setelah mengalami insiden tidak menyenangkan di Bandara Miami, AS. Meski mengantongi dokumen resmi dari FIFA sebagai salah satu wasit terpilih untuk Piala Dunia 2026, ia ditolak masuk oleh otoritas imigrasi AS.
Artan sempat ditahan dan menjalani interogasi intensif selama 11 jam oleh pihak keamanan AS sebelum akhirnya dipulangkan paksa melalui penerbangan menuju Turki.
Otoritas AS mengklaim adanya indikasi keterkaitan Artan dengan jaringan organisasi teror, namun tanpa membeberkan bukti-bukti konkret ke publik. Sekembalinya ke Somalia pada Rabu (10/6), Artan langsung disambut bak pahlawan oleh masyarakat setempat.
Perlakuan diskriminatif yang menimpa wasit terbaik Afrika tersebut langsung memicu gelombang kritik tajam secara global. Kepala Hak Asasi Manusia PBB bahkan secara terbuka mengecam kebijakan imigrasi AS yang dinilai mencederai semangat sportivitas dunia.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino mengaku pihaknya tidak berdaya melawan otoritas hukum sebuah negara. "Kami harus menghormati bahwa kami bukanlah raja dunia yang bisa mengatur pemerintahan dan kekuatan kepolisian suatu negara," ujar Infantino pasrah.
Langkah UEFA merangkul Artan merupakan hasil kolaborasi cepat antara Aleksander Čeferin dan Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Patrice Motsepe. Keduanya yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden FIFA sepakat bahwa kualitas di lapangan hijau tidak boleh dikalahkan oleh dinamika politik luar negeri.
"Omar Artan telah membuat Somalia dan seluruh masyarakat di benua Afrika merasa sangat bangga," puji Patrice Motsepe.
"Ini adalah kehormatan besar bagi Omar dan korps wasit Afrika. Ini juga menjadi contoh nyata bagaimana sepak bola mampu menyatukan dan mengeratkan hubungan masyarakat dari Afrika, Eropa, hingga seluruh dunia," pungkas Motsepe, sesaat sebelum pembukaan laga perdana Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan melawan tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google

















































