Donald Trump Tolak Pakai Rompi Anti-Peluru, Takut Terlihat Gemuk

3 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden AS Donald Trump mengaku ogah untuk mengenakan rompi anti-peluru dalam aktivitas sehari-hari. Hal itu disampaikan meski dirinya telah menjadi target penembakan tiga kali, yang terbaru pada 25 April.

Hal itu disampaikan pria berusia 79 tahun tersebut melalui guyonan dalam upacara penandatanganan perintah eksekutif di Ruang Oval, Kamis (30/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak tahu apakah saya sanggup terlihat lebih gemuk 20 pon (9 kilogram) ," cetus Trump yang langsung disambut tawa oleh para hadirin di ruangan tersebut, seperti diberitakan People, Kami (30/4).

Trump bahkan memberikan analogi bahwa mengenakan rompi pelindung tubuh layaknya menambah beban berat secara instan.

"Jika Anda ingin terlihat lebih berat 20 sampai 25 pon (9 hingga 11,3 kilogram), pakailah rompi itu," tambahnya yang diduga merujuk pada alat pelindung dada yang biasa digunakan wasit bisbol profesional.

[Gambas:Video CNN]

Meski menolak, Trump tetap memuji efektivitas rompi anti-peluru yang berhasil menyelamatkan nyawa agen Secret Service dalam insiden penembakan di White House Correspondents' Dinner, Sabtu (25/4).

Dalam kejadian tersebut, seorang agen tertembak saat Trump dilarikan keluar ruangan.

"Sejujurnya, rompi itu melakukan pekerjaan yang luar biasa karena mampu menahan peluru dari jarak dekat," ujar Trump sembari mengibaratkan efek hantaman peluru pada rompi tersebut seperti "dipukul Mike Tyson."

Tersangka penembakan terbaru ini telah diidentifikasi Departemen Kehakiman AS sebagai Cole Tomas Allen (31) asal Torrance, California.

Allen kini menghadapi dakwaan berlapis, mulai dari percobaan pembunuhan Presiden hingga pelanggaran terkait kepemilikan senjata api. Ia dijadwalkan sidang di pengadilan federal Washington, D.C., pada Rabu mendatang.

Rentetan ancaman nyawa terhadap Trump ini memang terbilang ekstrem. Percobaan pertama terjadi di Butler, Pennsylvania, pada Juli 2024 yang menyebabkan telinga Trump terserempet peluru.

Percobaan kedua terjadi di klub golf miliknya di Florida pada September 2024 oleh Ryan Wesley Routh, yang baru saja dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Februari 2026 lalu.

Menanggapi catatan kelam ini, Trump justru melontarkan komentar yang bernada sarkas.

Ia mengaku "merasa terhormat" menjadi target begitu banyak percobaan pembunuhan karena menurutnya, "Mereka tidak akan mengejar orang-orang yang tidak melakukan banyak hal penting."

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |