Jakarta, CNN Indonesia --
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bakal menggelar rapat untuk membahas proyeksi penjualan kendaraan pada 2026. Rapat akan melibatkan seluruh anggota dan pejabat aktif asosiasi tersebut.
"Proyeksi tahun 2026 kami akan bahas dengan anggota dulu, secepatnya," kata Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo melalui pesan singkat pekan lalu.
Menurut Jongkie, dalam menentukan target atau proyeksi penjualan, banyak hal yang tentu menjadi pertimbangan Gaikindo mulai dari masukan anggota, kondisi perekonomian masyarakat, hingga situasi terkini terkait industri otomotif dalam negeri dan mancanegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, peta penjualan otomotif nasional khususnya kendaraan roda empat dan lebih saat ini sedang dalam kondisi butuh perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaca pada perolehan 2025, penjualan wholesales tahun lalu berhenti pada angka 803.687 unit, sedangkan retailnya 833.692 unit.
Angka itu memang melampaui target wholesales yang ditetapkan Gaikindo untuk 2025 yaitu 780 ribu unit, tetapi faktanya belum dapat menyamai angka 2024.
Gaikindo yang membawahi puluhan merek kendaraan roda empat dan lebih ini mencatat wholesales 2024 sebanyak 865.723 unit, sedangkan retail 889.680 unit.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika sebelumnya mengatakan kondisi ekonomi menjadi faktor utama masyarakat menghindari pembelian mobil baru, sehingga pasar selama 2025 menyusut.
"Yang pertama itu mungkin keadaan ekonomi," kata Putu beberapa waktu lalu.
"Yang kedua itu memang di pembiayaan. Ya karena kan tujuh puluh persen lebih itu kan kendaraan bermotor itu kredit. Nah kalau pembiayaan ada permasalahan atau kurang kondusif dia mendukung itu, itu kan berdampak sekali," ucap Putu.
(ryh/mik)
















































