Green Jobs, Pekerjaan Hijau Itu Nyata

2 hours ago 4

Kanada, CNN Indonesia --

Di tengah krisis iklim dengan gejala yang semakin dekat dan nyata, dunia berlomba mencari solusi. Kanada memilih jalannya dengan serius membangun generasi angkatan kerja hijau melalui pendidikan dan simbiosis industri hijau. Di Kanada green jobs atau pekerjaan hijau, telah menjadi fondasi ekonomi baru. Menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus membuka jenis pekerjaan baru di masa depan.

Sejumlah perguruan tinggi di Kanada memberikan materi pengajaran hingga pelatihan terjait pekerjaan hijau ini. Pengenalan pada material-material ramah lingkungan juga dilakukan.

British Columbia Institute of Technology (BICT) salah satu contohnya. Di Kampus ini pendidikan hijau bukan sekadar mata kuliah tambahan, melainkan fondasi kurikulum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BCIT malah jadi salah satu pelopornya. Sejak 2017 kampus ini mendirikan Zero Emission Building Learning Centre sebagai respon atas perubahan regulasi bangunan yang ditetapkan pemerintah. Otoritas setempat sudah menetapkan bahwa pada 2032, semua bangunan baru harus "net zero ready."

Mahasiswa tidak hanya duduk di kelas, tetapi turun langsung ke proyek simulasi yakin merancang sistem bangunan ramah energi, menguji material baru, hingga merancang konstruksi yang menyimpan karbon, bukan memproduksi atau bahkan melepaskannya.

Zero Emission Building Learning Centre Manager BCIT Alex Hébert menggambarkan bahwa metode utama pendidikan hijau adalah riset dan pelatihan.

"Kami ada untuk membantu industri konstruksi bertransisi ke bangunan net zero. Kami bekerja dengan arsitek, insinyur, pekerja lapangan, baik di bangunan residensial maupun komersial, untuk mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon," kata Hebert.

Menurutnya BCIT melatih ribuan mahasiswa setiap tahun. Sudah banyak lulusan yang diminta membangun gedung yang jauh lebih efisien untuk konsumsi energi.

Bangunan asrama di BCIT menjadi contoh nyata konsep hijau yang diterapkan. Bangunan ini dibangun dengan teknologi hybrid mass timber yang menggunakan kayu laminasi silang sebagai alternatif ramah lingkungan.

Dekan School of Construction and the Environment BCIT Guido Wimmers mengatakan kayu laminasi silang sebagai masa depan konstruksi.

"Produk ini bisa bersaing dengan beton. Rasio kekuatan terhadap beratnya bahkan lebih baik. Bisa menahan beban tinggi tapi tetap ringan. Dengan panel ini, kita bisa membangun gedung tinggi dan berbagai jenis bangunan. Dari sisi lingkungan, lebih efisien karena karbon tersimpan di serat kayu, bukan dilepaskan," katanya.

Data dari Canadian Green Building Council (2024) menunjukkan bahwa sektor konstruksi hijau di Kanada tumbuh 8% per tahun, dengan proyeksi menyerap lebih dari 620 ribu pekerja pada 2030. Pendidikan seperti di BCIT menjadi tulang punggung pertumbuhan ini.

Kampus lain di Kanada yang menerapkan adalah University of British Columbia (UBC). Namun kampus ini punya strategi lain. Program magister Clean Energy Engineering yang dibuka sejak 2009 kini menjadi rujukan global.

Direktur Program Magister Tekni Energi Bersih UBC Vladan Prodanovic mengatakan pekerjaan hijau membuka jalan karier lintas sektor.

"Tak hanya perusahaan desain yang merancang sistem energi, tetapi juga badan regulasi, pemerintah, serta komunitas,"katamya.

UBC membangun smart hydrogen energy district (SHED), blok yang menggabungkan teknologi energi bersih.
Mahasiswa tidak hanya belajar teori energi bersih, tetapi juga terlibat dalam proyek nyata di blok ini.

Pendidikan di Kanada tidak berdiri sendiri. Ia bergerak seiring dengan regulasi pemerintah dan kebutuhan industri. Regulasi memaksa perubahan, industri menuntut keterampilan baru, kampus menyiapkan tenaga kerja. Simbiosis ini menciptakan atmosfer berkelanjutan agar mahasiswa merasa menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar para calon pencari kerja.

Inilah yang kini menjadi daya tarik pendidikan hijau, tidak hanya bagi anak muda di Kanada tapi juga dunia, termasuk Indonesia.

Mahasiswa Teknik Sipil UBC asal Indonesia Narata Sekialarasati merasakan bagaimana kampus ini mempersiapkan angkatan kerja yang berkelanjutan.

"Di tahun keempat ini saya ada mata kuliah Capstone Project, semacam tugas akhir sebelum lulus. Saya ambil problem tentang transportation engineering, tantangannya adalah mendesain ulang satu koridor di kampus," katanya.

Menurutnya kampus sangat mempersiapkan saya untuk green jobs.

"Saya optimis akan banyak lapangan pekerjaan hijau di masa depan. Dari pengalaman capstone project ini saya belajar bahwa sustainability adalah aspek yang wajib," katanya.

Permintaan industri

Jika kampus adalah laboratorium ide, industri adalah pembuktiannya. Kanada berinvestasi besar di sektor energi terbarukan, penangkapan karbon, dan material ramah lingkungan.

Quadrogen misalnya yang mengembangkan teknologi bukan hanya untuk mengurangi sampah, tetapi juga memperkuat ketahanan energi. Quadrogren Power Systems, mengolah limbah organik menjadi biogas.

CEO Quadrogren Alakh Prasad melihatnya sebagai peluang besar.

"Setiap ekonomi menghasilkan banyak limbah. Dari limbah organik ini, kita bisa menghasilkan energi terbarukan," katanya.

Sementara industri yan lain Svante Technologies telah menjadi pionir penangkapan karbon. Perusahaan ini mengembangkan filter skala besar untuk menangkap karbon dari cerobong asap industri berat.

Manajer Senior Svante Technologies Andrea Sudic menggambarkan atmosfer yang penuh risiko sekaligus peluang besar saat memutuskan terlibat dalam industri hijau.

"Bekerja di penangkapan karbon, fuel cell, hidrogen, semua membutuhkan kreativitas dan keberanian. Tapi pada akhirnya, ada banyak tujuan dan keberhasilan yang bisa diraih."

Salah satu pendiri Svante, Brett Henkel juga melihat pergeseran penilaian generasi angkatan kerja saat ini bahwa pekerjaan bukan hanya sekadar aktivitas pasca sekolah.

Atmosfer Kanada menunjukkan simbiosis yang sinergis: kampus menyiapkan tenaga kerja, industri memberi ruang, pemerintah memberi regulasi, masyarakat memberi dukungan. Pendidikan dan industri saling mengisi, menciptakan ekosistem hijau yang tumbuh bersama.

Tanpa pendidikan, industri kekurangan tenaga kerja terampil. Tanpa industri, pendidikan kehilangan relevansi. Keduanya berjalan beriringan, menciptakan atmosfer baru bagi masa depan ekonomi hijau.

Inspirasi untuk Indonesia

Indonesia memiliki potensi besar. International Renewable Energy Agency (IRENA) mencatat transisi energi di Indonesia berpotensi menciptakan ratusan ribu pekerjaan baru di sektor energi terbarukan. Bioenergi, tenaga surya, dan hidro menjadi sektor dengan peluang terbesar.

Indonesia bisa mereplikasi simbiosis Kanada. Regulasi pemerintah mendorong transisi energi, kampus menyiapkan kurikulum hijau, industri membuka ruang kerja. Jika ketiganya berjalan bersama, ekosistem hijau bisa tumbuh, menciptakan lapangan kerja sekaligus menyelamatkan bumi.

Masa depan pekerjaan hijau bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Kanada menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan dan industri hijau menghasilkan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan iklim. Indonesia, dengan komitmen pemerintah dan potensi energi terbarukan, memiliki peluang besar untuk mengikuti jejak ini.

Liputan ini merupakan hasil dari fellowship Asia Pacific Foundation of Canada (APFC) 2025 untuk jurnalis di Asia Pasifik.

(yot/sur)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |