Jakarta, CNN Indonesia --
Harga gas alam Eropa melonjak pada Senin (2/3) usai konflik semakin memanas di Timur Tengah yang menyebabkan Qatar menghentikan produksi LNG di pabrik terbesar di dunia.
Mengutip Euronews, harga gas Eropa yang diperdagangkan di pusat perdagangan TTF Belanda mengalami kenaikan hingga 45 persen menjadi 46 Euro per megawatt-jam atau setara Rp907 ribu (asumsi kurs Rp19.720 per Euro) pada perdagangan Senin (2/3) sore.
Harga gas alam di Inggris juga melonjak tajam sejalan dengan pasar kontinental dengan harga acuan Titik Penyeimbang Nasional (National Balancing Point/NBP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan tajam ini terjadi setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran yang menyebabkan ketegangan di wilayah yang krusial bagi aliran energi global meningkat.
Qatar Energy mengumumkan mereka telah menghentikan produksi gas alam cair yang terkait dengan cadangan gas raksasa North Field setelah serangan terhadap fasilitasnya. Namun, pihaknya tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai dampak operasionalnya.
Gangguan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran global terkait pasokan energi dunia yang berasal dari Timur Tengah. Diketahui Selat Hormuz adalah jalur yang dikendalikan Iran dan sebagai titik energi terpenting di dunia untuk minyak dan LNG.
Iran telah memblokir lalu lintas selat tersebut setelah serangan sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan.
"Dalam sejarah modern, Selat Hormuz belum pernah benar-benar ditutup, meskipun pernah terjadi perlambatan sementara dalam lalu lintas," kata analis energi global di Quilter Cheviot, Maurizio Carulli.
Carulli menambahkan, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati Selat Hormuz dan 38 persen perdagangan minyak mentah laut.
Ia tidak mengharapkan perusahaan minyak mengirimkan kapal mereka melalui selat tersebut hingga situasi mereda. Hal ini karena risiko kerusakan kapal atau penyitaan, serta ketidaktersediaan asuransi sementara.
"Data satelit menunjukkan bahwa lalu lintas kapal tanker minyak hampir terhenti selama akhir pekan, sebagai langkah pencegahan oleh perusahaan pengiriman," tambahnya.
Gangguan yang berkelanjutan dapat mempengaruhi pengiriman LNG dari Qatar lantaran negara tersebut memasok sekitar 12 persen hingga 14 persen dari impor LNG Eropa.
(fln/ins)


















































