Jakarta, CNN Indonesia --
Harga minyak mentah dunia bertahan di dekat level tertinggi dalam tujuh bulan pada Rabu (25/2) menjelang pembicaraan Amerika Serikat (AS) dan Iran tentang nuklir.
Kekhawatiran tentang potensi konflik militer yang dapat mengganggu pasokan minyak masih membayangi pasar energi global.
Mengutip Reuters, harga minyak kontrak berjangka Brent tercatat di level US$71,22 per barel usai naik 45 sen atau 0,64 persen. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 42 sen atau 0,64 persen ke US$66,05 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga Brent sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 31 Juli pada Jumat lalu. Adapun WTI mencapai posisi tertinggi sejak 4 Agustus pada Senin dan keduanya masih bertahan di kisaran tersebut.
Penguatan harga terjadi seiring langkah AS menempatkan kekuatan militer di Timur Tengah untuk menekan Iran agar sepakat mengakhiri program nuklirnya. Pasar mencermati risiko gangguan pasokan apabila konflik meluas.
Iran merupakan produsen minyak mentah terbesar ketiga dunia, yang tergabung dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Konflik berkepanjangan berpotensi mengganggu pasokan tidak hanya dari Iran, tetapi juga dari kawasan Timur Tengah secara luas.
Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu delegasi Iran dalam putaran ketiga perundingan di Jenewa pada Kamis. Pembicaraan tersebut menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Selasa mengatakan kesepakatan dengan AS 'dalam jangkauan' jika diplomasi diutamakan.
Namun, ketidakpastian masih tinggi. Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan akan ada 'konsekuensi sangat buruk' jika tidak tercapai kesepakatan.
Analis pasar IG Tony Sycamore menilai masih belum jelas apakah konsesi Iran akan memenuhi tuntutan AS terkait penghentian pengayaan uranium.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran dan China dilaporkan mempercepat pembicaraan pembelian rudal jelajah anti-kapal buatan Tiongkok. Sistem tersebut dinilai dapat meningkatkan kemampuan serangan Iran terhadap kekuatan angkatan laut AS yang berada di dekat pesisirnya.
Meski ketegangan geopolitik menopang harga, pasar juga dibayangi kekhawatiran lonjakan persediaan minyak. American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan besar stok minyak mentah AS sebesar 11,43 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Februari.
Namun, persediaan bensin dan distilat dilaporkan menurun. Data resmi stok minyak AS dari Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan rilis pada Rabu waktu setempat.
(ldy/pta)

















































