Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Direm Stok Melimpah AS

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Kamis (12/2) pagi didorong kekhawatiran investor terhadap meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen geopolitik tersebut menutupi lonjakan stok minyak mentah Negeri Paman Sam yang dilaporkan lebih tinggi dari perkiraan.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent naik 34 sen atau 0,49 persen ke level US$69,74 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 37 sen atau 0,57 persen ke posisi US$65,00 per barel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua kontrak acuan tersebut juga ditutup menguat pada Rabun (11/2). Brent tercatat naik 0,87 persen dan WTI melonjak lebih dari 1,05 persen, seiring kekhawatiran pasar terhadap dinamika hubungan AS-Iran yang membayangi kabar kenaikan persediaan minyak mentah AS.

Usai bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump mengatakan belum ada kesepakatan final terkait langkah lanjutan terhadap Iran. Meski demikian, Trump menegaskan negosiasi dengan Teheran akan terus berlanjut.

Sebelumnya, Trump menyatakan tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah apabila kesepakatan dengan Iran tidak tercapai. Pernyataan itu muncul di tengah persiapan Washington dan Teheran untuk melanjutkan perundingan.

Pekan lalu, diplomat AS dan Iran menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman. Namun hingga kini, jadwal dan lokasi putaran lanjutan perundingan belum diumumkan secara resmi.

Analis IG Tony Sycamore mengatakan penguatan berkelanjutan di atas level US$65-US$66 per barel pada WTI membutuhkan eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah. Sebaliknya, meredanya ketegangan dapat memicu aksi ambil untung yang menyeret harga kembali ke kisaran US$60-US$61 per barel.

Di sisi lain, data ekonomi AS turut menopang ekspektasi permintaan energi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan lapangan kerja Januari meningkat tak terduga dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen, mencerminkan ketahanan ekonomi Negeri Paman Sam.

"Ekonomi AS yang tangguh juga mendukung ekspektasi permintaan minyak," ujar Kepala Riset Energi dan Kimia China Futures, Mingyu Gao.

Namun, kenaikan harga tertahan oleh lonjakan besar stok minyak mentah AS. Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS naik 8,5 juta barel menjadi 428,8 juta barel pekan lalu, jauh melampaui ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan hanya 793 ribu barel.

Meski demikian, Gao menilai sejak awal tahun kenaikan persediaan minyak global umumnya masih di bawah ekspektasi, sementara posisi beli bersih (net long) pada kontrak berjangka dan opsi minyak mentah global belum berada pada level jenuh beli.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)

Read Entire Article
| | | |