Harga Minyak Naik Tipis Usai Ketegangan di Greenland Mereda

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia menguat tipis pada perdagangan Kamis (22/1), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melunakkan ancamannya terkait penerapan tarif ke Eropa dalam upaya pengambilalihan Greenland.

Langkah itu meredakan risiko perang dagang antara AS dan Eropa serta menopang prospek ekonomi global dan permintaan minyak.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 10 sen atau 0,15 persen ke level US$65,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Maret menguat 14 sen atau 0,23 persen menjadi US$60,76 per barel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan harga berlanjut setelah sebelumnya kedua kontrak menguat lebih dari 1,5 persen pada Selasa dan lebih dari 0,4 persen pada Rabu. Penguatan dipicu oleh penghentian sementara produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev di Kazakhstan akibat gangguan distribusi listrik.

Trump pada Rabu (21/1) juga menyatakan tidak akan menggunakan kekuatan militer dan mengisyaratkan adanya peluang kesepakatan untuk mengakhiri sengketa Greenland.

Upaya AS mencaplok Greenland sebelumnya dikhawatirkan memicu ketegangan transatlantik terdalam dalam beberapa dekade terakhir.

Kepala peneliti energi dan kimia China Futures Co Ltd, Mingyu Gao, mengatakan tercapainya kesepakatan terkait Greenland akan menurunkan risiko perang dagang AS-Eropa. Kondisi tersebut dinilai positif bagi perekonomian global dan permintaan minyak.

Di sisi lain, Trump juga menyebut berharap tidak ada aksi militer lanjutan AS terhadap Iran. Namun, ia menegaskan Washington tetap akan bertindak jika Teheran kembali melanjutkan program nuklirnya.

"Pada saat yang sama, AS belum sepenuhnya menutup kemungkinan keterlibatan militer di Iran, yang juga turut menopang harga minyak," kata Gao.

Analis IG Tony Sycamore mengatakan dengan meredanya isu Greenland dan belum adanya eskalasi baru di Iran, harga minyak diperkirakan bertahan di kisaran US$60 per barel.

Dari sisi pasokan, data American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah dan bensin AS meningkat pada pekan lalu, sementara stok distilat menurun. Stok minyak mentah AS tercatat naik 3,04 juta barel pada pekan yang berakhir 16 Januari.

Persediaan bensin juga naik 6,21 juta barel, sementara stok distilat turun sekitar 33 ribu barel.

Analis Haitong Futures Yang An mengatakan tingginya persediaan minyak mentah masih membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

"Persediaan minyak mentah yang tinggi membatasi ruang penguatan harga di tengah pasar yang kelebihan pasokan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)

Read Entire Article
| | | |