Hasil Riset: Media Sosial Picu Penurunan Kebahagiaan Anak Muda

3 hours ago 2

CNN Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 17:30 WIB

Pesatnya perkembangan teknologi digital, faktor sosial dan kesejahteraan tak menjamin tingkat kebahagiaan masyarakat global, khususnya bagi generasi muda. Pesatnya perkembangan teknologi digital, faktor sosial dan kesejahteraan tak menjamin tingkat kebahagiaan masyarakat global, khususnya bagi generasi muda. Ilustrasi (iStockphoto/grinvalds).

Jakarta, CNN Indonesia --

Penggunaan media sosial secara berlebihan disebut berkontribusi terhadap penurunan tingkat kebahagiaan, khususnya di kalangan anak muda. Temuan itu terungkap dalam World Happiness Report 2026 yang dirilis Kamis (19/3).

Laporan yang disusun oleh Pusat Riset Kesejahteraan University of Oxford Wellbeing Research Centre bekerja sama dengan Gallup dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut menemukan kepuasan hidup kelompok usia di bawah 25 tahun menurun tajam dalam satu dekade terakhir.

Kondisi tersebut ditemukan utamanya di negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian ini didasarkan pada survei terhadap sekitar 100.000 responden di 140 negara.

Laporan tersebut menyebut penggunaan media sosial dalam intensitas tinggi berkaitan dengan penurunan kesejahteraan, terutama pada remaja perempuan di negara-negara Barat dan Eropa.

"Penggunaan media sosial yang berlebihan, terutama lebih dari tujuh jam per hari, berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah," demikian isi laporan tersebut.

Platform berbasis algoritma yang menonjolkan gambar serta konten influencer disebut menjadi salah satu faktor utama yang memicu dampak tersebut.

Bahkan, laporan itu mencatat sebagian besar mahasiswa di Amerika Serikat berharap media sosial tidak ada.

"Mereka menggunakannya karena orang lain juga menggunakannya, tetapi mereka sebenarnya lebih memilih jika tidak ada yang menggunakan," tulis laporan tersebut.

Meski demikian, penggunaan media sosial dalam durasi terbatas justru dikaitkan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih baik. Pengguna yang mengakses media sosial kurang dari satu jam per hari dilaporkan memiliki kesejahteraan lebih tinggi dibandingkan mereka yang sama sekali tidak menggunakannya.

Daftar Negara Paling Bahagia di Dunia 2026

Dalam laporan tersebut, Finlandia kembali menempati peringkat pertama sebagai negara paling bahagia di dunia untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut.

Berikut daftar 10 besar negara paling bahagia di dunia:

1. Finlandia

2. Islandia

3. Denmark

4. Kosta Rika

5. Swedia

6. Norwegia

7. Belanda

8. Israel

9. Luksemburg

10. Swiss

Beberapa negara lain yang juga menjadi sorotan dalam laporan ini antara lain:

1. Jerman (peringkat 17)

2. Amerika Serikat (peringkat 23)

3. China (peringkat 65)

4. Iran (peringkat 97)

5. Pakistan (peringkat 104)

6. Nigeria (peringkat 106)

7. India (peringkat 116)

Sementara itu, negara dengan tingkat kebahagiaan terendah di dunia adalah:

1. Afghanistan (peringkat 147)

2. Sierra Leone (peringkat 146)

3. Malawi (peringkat 145)

4. Zimbabwe (peringkat 144)

5. Botswana (peringkat 143)

Dominasi negara-negara Nordik dalam daftar tersebut dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan ekonomi, kesetaraan, sistem jaminan sosial yang kuat, serta harapan hidup yang tinggi.

Temuan ini menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, faktor sosial dan kesejahteraan tetap menjadi penentu utama tingkat kebahagiaan masyarakat global, khususnya bagi generasi muda.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |