Hizbullah: Iran Jadi Target AS karena Halangi Terwujudnya Israel Raya

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dewan Eksekutif Hizbullah, Ali Damoush, menegaskan bahwa permusuhan sengit Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran bukan sekadar persaingan politik biasa.

Menurutnya, Iran merupakan satu-satunya kekuatan yang secara konsisten menghalangi ambisi ekspansi rezim Tel Aviv, termasuk rencana mewujudkan "Israel Raya".

Melansir laporan kantor berita IRNA dari UniNews pada Sabtu (14/2), Damoush menyebut bahwa identitas Islam dan karakter revolusioner Teheran menjadi alasan utama mengapa negara tersebut terus menjadi sasaran agresi Barat dan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali Damoush mengungkapkan bahwa Iran saat ini berdiri sebagai pilar utama dalam Axis of Resistance (Poros Perlawanan). Keteguhan Iran dalam menentang pendudukan Israel di kawasan Timur Tengah dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi skema dominasi regional rezim tersebut.

Hizbullah menyampaikan bahwa Iran menjadi sasaran karena merupakan satu-satunya negara yang tetap kokoh di garis depan perlawanan terhadap Israel.

Damoush menilai setiap rencana agresi militer terhadap Iran saat ini sebenarnya lebih melayani kepentingan keamanan Israel daripada kepentingan nasional Amerika Serikat sendiri.

Bukan cuma itu, Tel Aviv dituding berupaya keras menggagalkan proses negosiasi antara Teheran dan Washington demi menciptakan dalih untuk memicu konflik bersenjata di kawasan.

Menurut Damoush, ambisi Israel untuk mendominasi kawasan secara geografis maupun politik, yang sering disebut sebagai proyek "Israel Raya", hanya bisa terwujud jika Iran dan sekutu regionalnya disingkirkan. Namun, kehadiran Axis of Resistance disebut telah berhasil mematahkan upaya ekspansionisme tersebut.

"Republik Islam Iran dan kelompok perlawanan telah berdiri teguh menghalangi dominasi rezim Israel di kawasan," tegasnya.

Di sisi lain, Damoush menekankan bahwa perlawanan bersenjata adalah sumber kekuatan utama dan daya tangkal Lebanon terhadap ancaman Israel selama tiga dekade terakhir. Ia menyatakan bahwa hak untuk melawan adalah sesuatu yang sah dan tidak bisa dicabut oleh pihak mana pun.

"Perlawanan adalah simbol martabat dan kebanggaan Lebanon. Rakyat kami tidak akan menyerah dan tetap bertekad untuk memperoleh hak-haknya secara penuh," tambahnya.

Ia juga memuji keteguhan rakyat Iran yang dinilai telah banyak berkorban demi mempertahankan prinsip perlawanan mereka. Baginya, pencapaian yang telah diraih oleh poros ini merupakan hasil dari dedikasi panjang dalam menjaga kedaulatan wilayah dari intervensi asing.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |