Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan mendiang sang ayah, Mojtaba Khamenei belum pernah tampil di depan publik.
Mojtaba Khamenei ditunjuk menjadi pemimpin tertinggi Iran tak lama setelah mendiang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan AS-Israel itu memicu perang pecah yang meluas hingga hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan Khamenei kembali memicu pertanyaan publik setelah mengeluarkan pernyataan terbaru yang lagi-lagi hanya dibacakan penyiar stasiun televisi Iran pada Kamis (30/4).
Melalui pernyataannya itu, Khamenei menegaskan Amerika Serikat telah mengalami kekalahan dalam perang melawan Iran.
Melalui pesan singkat itu, Khamenei juga menekankan babak baru bagi kawasan Teluk dan Selat Hormuz mulai terbentuk sejak perang Iran dengan Amerika dan Israel pecah pada 28 Februari lalu.
"Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer terbesar dan agresi oleh para kekuatan arogan dunia di kawasan, serta kegagalan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, sebuah babak baru tengah terbuka bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz," kata Khamenei dalam pesan yang dibacakan di televisi pemerintah Iran seperti dikutip AFP.
Khamenei juga menegaskan Teheran akan mengamankan kawasan Teluk Persia serta mengakhiri apa yang ia sebut sebagai "penyalahgunaan jalur perairan oleh pihak musuh."
Dalam kesempatan itu, Khamenei turut menyindir negara-negara Arab di Timur Tengah yang menampung pangkalan militer AS.
Ia bahkan menganggap itu sebagai "pangkalan-pangkalan boneka Amerika".
Khamenei menyalahkan kehadiran militer AS di Timur Tengah sebagai penyebab ketidakamanan kawasan.
Menurutnya, ini bisa terlihat jelas terutama setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan AS-Israel itu dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan-pangkalan dan aset militer AS lainnya di kawasan.
"Telah terbukti ... kehadiran pihak asing Amerika dan keberadaan mereka di wilayah Teluk Persia merupakan faktor paling utama penyebab ketidakamanan di kawasan," ujar Khamenei seperti dikutip Al Jazeera.
"Pangkalan-pangkalan boneka Amerika bahkan tidak memiliki kekuatan dan kapasitas untuk menjamin keamanan mereka sendiri, apalagi memberi harapan bahwa Amerika dapat menyediakan keamanan bagi pihak-pihak yang bergantung padanya serta mereka yang pro-Amerika di kawasan," paparnya menambahkan.
Meski pesannya bernada garang dan tegas, pernyataan Khamenei ini lagi-lagi tak disampaikan langsung olehnya.
Selain belum pernah muncul ke publik secara langsung, Khamenei juga belum pernah merilis pesan dalam bentuk video maupun suara.
Seluruh pernyataannya disampaikan secara tertulis dan dibacakan oleh presenter televisi pemerintah. Tentu saja, warga Iran menilai salah satu alasan utama di balik hal ini adalah faktor keamanan.
Namun, menurut laporan Al Jazeera, kebijakan "decapitation" yang dijalankan Israel dan Amerika memberikan tekanan besar bagi Iran. Karena itu, pihak Iran kini semakin berhati-hati dan teliti untuk memastikan keselamatan dan keamanan para pemimpin.
Namun, Amerika melalui laporan intelijen mengeklaim Khamenei dalam kondisi kritis dan mengalami luka parah hingga cacat imbas terkena serangan AS-Israel.
(rds)
Add
as a preferred source on Google


















































