Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat secara resmi menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Kamis (22/1) lalu.
Langkah ini merealisasikan perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada hari pertama masa jabatan periode keduanya tahun lalu yang berjanji mengeluarkan AS dari organisasi internasional tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada 20 Januari 2025, Presiden Donald Trump menandatangani Perintah Eksekutif 14155 yang secara resmi memulai proses penarikan Amerika Serikat dari WHO[...]Sebagai tindak lanjut dari perintah tersebut dan setelah melewati masa pemberitahuan satu tahun yang diwajibkan, Pemerintah Amerika Serikat secara resmi keluar dari WHO pada 22 Januari 2026," bunyi pernyataan Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS).
Dalam pernyataan itu AS menegaskan keputusan ini juga membuat seluruh pendanaan pemerintah AS untuk WHO dihentikan.
Selain itu, seluruh personel dan kontraktor AS yang ditugaskan atau ditempatkan di WHO ditarik kembali dari kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss, serta dari kantor-kantor WHO di seluruh dunia.
"Ratusan bentuk keterlibatan AS dengan WHO ditangguhkan atau dihentikan. AS menghentikan partisipasi resmi dalam komite, badan kepemimpinan, struktur tata kelola, dan kelompok kerja teknis yang disponsori WHO," bunyi pernyataan itu menambahkan.
Pernyataan itu menandai AS resmi keluar dari WHO. Padahal, AS merupakan negara pertama yang bergabung dengan organisasi itu ketika dibentuk pada 1948 lalu.
AS juga donor terbesar bagi organisasi kesehatan dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.
Apa alasan AS ngotot keluar WHO?
Melalui pernyataan itu, HHS menyinggung "kegagalan serius WHO" menangani pandemi Covid-19 pada 2019-2022 lalu.
"Keputusan ini didorong oleh kegagalan serius WHO dalam menangani pandemi COVID-19 yang bermula di Wuhan, China; penolakannya yang berlarut-larut untuk melakukan reformasi yang diperlukan; serta lemahnya akuntabilitas, transparansi, dan independensi organisasi tersebut," bunyi pernyataan HHS.
Dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio,Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr yang dikenal anti-vaksin juga menyalahkan "kegagalan WHO selama pandemiCovid-19" sebagai alasan utama penarikan diri AS dari organisasi tersebut.
Rubio dan Kenedy Jr juga mengeklaim WHO kerap bertentangan dengan kepentingan AS terlepas dari seberapa banyak Negeri Paman Sam telah berkontribusi bagi organisasi tersebut.
"Seperti banyak organisasi internasional lainnya, WHO dinilai telah meninggalkan misi intinya dan berulang kali bertindak bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat," ucap Rubio dan Kennedy Jr.
"Meski Amerika Serikat merupakan anggota pendiri sekaligus penyumbang dana terbesar WHO, organisasi tersebut justru menjalankan agenda yang terpolitisasi dan birokratis, yang dipengaruhi oleh negara-negara yang memusuhi kepentingan Amerika."
(rds)
















































