Jakarta, CNN Indonesia --
Iran membalas kematian Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran, Ali Larijani, dengan melancarkan serangan ke Tel Aviv hingga menewaskan dua warga Israel.
Dikutip dari Reuters, Rabu (18/3), Iran menargetkan Tel Aviv dengan rudal yang membawa hulu ledak klaster sebagai pembalasan atas pembunuhan Ali Larijani.
Israel mengatakan Iran berulang kali menggunakan hulu ledak klaster, yang menyebar menjadi beberapa bahan peledak kecil di udara dan menyebar di area yang luas, sehingga sulit untuk dicegat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan di Tel Aviv yang padat penduduk pada Selasa malam menewaskan dua orang, sehingga jumlah korban tewas di Israel akibat perang tersebut menjadi setidaknya 14 orang.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memastikan Israel berhasil membunuh Ali Larijani. Selain Larijani, Netanyahu mengklaim Israel juga berhasil membunuh Komandan Pasukan Basij Iran, Gholamreza Soleimani.
"Pagi ini kami telah melenyapkan Ali Larijani. Ali Larijani adalah bos Garda Revolusi [IRGC], yaitu kelompok gangster yang sebenarnya mengendalikan Iran."
"Bersama dia, kami juga melenyapkan komandan Basij [Soleimani], para kaki tangan gangster, yang menyebarkan teror di jalan-jalan Teheran dan kota-kota Iran lainnya terhadap penduduk. Kami juga beroperasi di sana; beroperasi dari udara dengan pesawat Angkatan Udara, dengan drone," tulis Netanyahu melalui akun X.
Serangan yang dilancarkan Israel itu juga menewaaskan putra Larijani, Alireza Bayat. Langkah ini diambil Israel setelah Iran tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah.
Tewasnya Ali Larijani bisa jadi pukulan telak bagi Iran. Pasalnya, Larijani merupakan tangan kanan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Larijani menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, posisi yang menempatkannya di pusat pengambilan keputusan strategis negara.
Setelah pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas pada awal konflik, Larijani muncul sebagai salah satu figur paling dominan dalam struktur kekuasaan baru Iran. Ia memainkan peran penting bersama dewan transisi yang mengelola negara di tengah krisis terbesar sejak Revolusi Iran 1979.
(har)
Add
as a preferred source on Google















































