Jakarta, CNN Indonesia --
Pemilihan pemimpin tertinggi Iran sampai perkembangan peperangan antara Teheran melawan Amerika Serikat dan Israel masih menjadi sorotan berita internasional.
Berikut kilas berita internasional selama akhir pekan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel Ancam Kejar Semua Penerus Pemimpin Tertinggi Iran
Militer Israel memperingatkan akan terus memburu siapa pun yang berpotensi menjadi penerus pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Dalam sebuah unggahan di platform X yang ditulis dalam bahasa Persia, militer Israel menegaskan akan mengejar setiap sosok yang berpeluang menggantikan Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Tidak hanya itu, militer Israel juga mengancam akan menargetkan pihak-pihak yang terlibat dalam proses penunjukan pengganti pemimpin tertinggi tersebut, seperti dikutip Reuters.
Trump Puji PM Italia Meloni Siap Bantu AS-Israel Lawan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan menyebutnya sebagai pemimpin hebat yang siap membantu Amerika Serikat serta Israel dalam perang melawan Iran.
Dalam wawancara via telepon dengan harian Italia Corriere della Sera pada Sabtu (7/3), Trump mengatakan Italia telah melakukan berbagai langkah untuk membantu sekutu Barat di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
"Saya mencintai Italia. Saya pikir dia adalah pemimpin yang hebat," kata Trump mengenai Meloni, seperti dikutip oleh Corriere della Sera pada Minggu (8/3).
Sosok Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Baru Target AS-Israel
Ayatollah Mojtaba Hosseini Khamenei atau Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, telah ditunjuk untuk menggantikan ayahnya sebagai kepala baru Republik Islam Iran.
Khamenei ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi oleh badan ulama tertinggi, Majelis Ahli, dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Senin (9/3) tak lama setelah tengah malam, sepekan lebih usai sang ayah tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel.
Selain Mojtaba Khamenei, beberapa kandidat lain muncul untuk posisi tertinggi tersebut termasuk Alireza Arafi, salah satu dari tiga anggota dewan sementara yang memimpin negara, tokoh garis keras Mohsen Araki, serta Hassan Khomeini yakni cucu pendiri Republik Islam Iran pada 1979.
(rds)


















































