Izinkan Warga Unggah Menu MBG, BGN Sayangkan Kepala SPPG di Lampung

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mempersilakan warga untuk mengunggah gambar ataupun video menu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi anak-anak mereka ke media sosial.

Unggahan juga diizinkan untuk menu yang bermasalah, termasuk yang nilainya tidak sesuai dengan pagu anggaran Rp10 ribu.

"Saya tidak pernah melarang orang tua siswa, guru, atau siapa pun untuk mengunggah menu MBG," kata Nanik dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se Kabupaten Bondowoso dan Situbondo, di Kota Bondowoso, Jawa Timur, Senin (26/1), seperti dikutip dalam keterangan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nanik menyarankan pengunggah gambar maupun video di media sosial itu mencantumkan keterangan yang lengkap tentang menu MBG yang diunggahnya itu.

"Selain gambar atau video, pengunggah perlu juga menyertakan keterangan waktu, alamat sekolah penerima manfaat, maupun nama dan alamat SPPG yang mendistribusikan hidangan MBG itu," ujarnya.

Nanik memastikan keterangan lengkap itu bukan dipakai untuk upaya intimidasi. "Keterangan yang detil itu justru sangat penting, agar BGN bekerja sama dengan lembaga dan kementerian lain bisa segera melacak, memastikan apa yang sebenarnya terjadi, dan dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Menurut Nanik, unggahan menu MBG, apapun bentuknya, adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan memberi masukan terhadap program MBG.

Hal ini penting, sebagai bentuk transparansi agar program unggulan pemerintah Presiden Prabowo Subianto ini bisa terus disempurnakan.

Saat ini, sambung Nanik, baru ada sekitar 70 orang anggota tim pemantauan dan pengawasan SPPG. Mereka bekerja 24 jam untuk mengawasi seluruh SPPG di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah ini masih sangat kurang, jika dibandingkan dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi.

"Jadi kami justru sangat berterima kasih jika ada banyak saran, masukan, dan juga pengawasan dari orang tua murid, guru, maupun warga masyarakat lainnya," kata Nanik.

Karena itu, Nanik sangat menyayangkan sikap salah seorang Kepala SPPG di Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang viral beberapa hari lalu.

Kepala Dapur SPPG Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng Dewi Ratih sebelumnya menghentikan pemberian hidangan MBG kepada dua orang anak penerima manfaat selama sepekan. Kebijakan itu lantaran orang tua mereka mengritik menu MBG di media sosial.

"Itu namanya arogan. Kritik, saran, dan masukan harus kita dengarkan dengan baik, untuk perbaikan," ujar Nanik.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)

Read Entire Article
| | | |