Jelang PSG vs Liverpool: Wirtz Beda Pendapat dengan Van Dijk

8 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Florian Wirtz berbeda pandangan dengan kapten Liverpool, Virgil Van Dijk, menjelang babak perempat final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain (PSG).

Pertempuran PSG vs Liverpool di babak 8 besar Liga Champions (UCL) akan lebih dulu digulirkan di markas PSG, Parc des Princes, Kamis (9/4) dini hari WIB.

Di atas kertas, Liverpool tak diunggulkan. PSG yang sempat loyo di beberapa laga kini telah bangkit berkat racikan matang juru taktik Luis Enrique. Apalagi raja Liga Prancis itu menyandang status juara bertahan UCL. Sebaliknya petaka kini terus menghampiri Liverpool.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Liverpool harus merasakan kekalahan telak empat gol tanpa balas saat melawan Man City pekan lalu. Van Dijk menyinggung soal 'menyerah' dalam sebuah pernyataannya.

"Kalian tidak seharusnya menyerah dan mungkin, pada titik tertentu, itulah yang terjadi," kata Van Dijk dinukil dari ESPN.

Wirtz tak senang dengan kata-kata Van Dijk soal performa Liverpool di Piala FA. Menurut bintang Jerman, Liverpool tak tunduk begitu saja meski dilibas 0-4 oleh Man City di babak perempat final Piala FA.

"Saya tidak tahu tentang apa yang dia [Van Dijk] katakan, tapi saya pikir saya tidak akan setuju langsung karena kami masih berusaha menciptakan peluang untuk membalikkan keadaan," ucap Wirtz membantan sang kapten.

"Tentu saja, ketika pertandingan semakin lama dan di menit ke-80 atau sekitarnya, dan kami tertinggal 3-0, secara mental juga sulit untuk terus menyerang dan menyerang, dan kami hanya berusaha memberikan yang terbaik dalam pertandingan," lanjut eks Bayer Leverkusen itu.

Kekalahan memalukan atas Man City akan jadi evaluasi berharga bagi Wirtz menatap laga krusial kontra PSG. Bagi pemain dengan harga Rp2,6 triliun itu, Liverpool tak boleh lesu jika memang nantinya dibobol lebih dulu oleh Les Parisiens.

"Tentu saja, kami membutuhkan 90 menit penuh energi dan komitmen besok, jika tidak, kami tidak akan punya peluang. Kami membutuhkan 90 menit untuk bersatu sebagai tim, bahkan di saat-saat sulit."

"Jika kami kebobolan, kami harus tetap bersatu dan percaya bahwa kami masih bisa memenangkan pertandingan ini, dan kami juga masih memiliki pertandingan kedua di kandang," pungkas Wirtz.

[Gambas:Video CNN]

(afr/sry)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |