Kebakaran Gudang Kimia di Tangsel: Air PDAM Tercemar, Ikan Keracunan

2 hours ago 5
Daftar Isi

Tangerang, CNN Indonesia --

Sebuah gudang bahan kimia pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatang (Tangsel), dilalap api.

Kebakaran tersebut juga menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya aliran kali di Serpong, dekat lokasi kebakaran yang dilaporkan tercemar dan membuat ribuan ikan mengapung diduga keracunan.

"Kami mendapat informasi dari sekuriti terkait adanya aliran kali yang diduga tercemar limbah," ujar Pengawas DLH Tangsel Kecamatan Serpong, Firda Yofiyana, Senin (9/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CNNIndonesia.com telah merangkum fakta-fakta kebakaran gudang bahan kimia pestisida yang cemarkan sungai di Tangsel:

Kronologi Kebakaran

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel, Omay Komarudin, mengatakan peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIB Senin dini hari. 

Menurut Omay, besarnya api dipicu oleh material kimia yang tersimpan di dalam gudang. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 70 personel dikerahkan untuk menjinakkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp2 miliar.

5 ton insektisida diduga cemari sungai

Kebakaran gudang kimia yang terjadi diduga menyebabkan tumpahan sekitar 2,5 ton racun pembasmi hama yang mencemari lingkungan, termasuk aliran Kali Jaletreng hingga Sungai Cisadane.

Omay mengatakan zat kimia tersebut hanyut ke saluran drainase saat proses pemadaman berlangsung, sebelum akhirnya bermuara ke Sungai Cisadane. Menurutnya, sistem drainase di kawasan pergudangan tersebut terhubung langsung dengan aliran sungai, sehingga sisa limbah kebakaran dengan cepat masuk ke aliran air.

"Kurang lebih ada lima ton insektisida pembasmi hama. Sebagian kemasan pecah dan mencemari lingkungan. Limbah dari botol yang pecah itu kemudian mengalir ke Kali Jaletreng," kata Omay.

Sungai Cisadane tercemar, ikan keracunan

Aliran sungai Cisadane tercemar limbah kimia pestisida. Cemaran bahan kimia tersebut membuat biota air seperti ikan mati keracunan. Namun warga malah berebut ikan yang diduga mabuk dan muncul di permukaan.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Banten sudah mengambil sampel air Sungai Cisadane di beberapa titik yang terindikasi tercemar limbah kimia cair untuk uji laboratorium.

Pencemaran limbah kimia tersebut membuat ikan di sepanjang aliran sungai Cisadane mati usai diduga mabuk keracunan. DLH Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsi ikan tersebut sampai ada hasil dari uji laboratorium.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi air dan ikan di Sungai Cisadane.

"Risiko jangka panjang zat kimia, salah satunya kanker, kalau masuk ke lambung kanker usus," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi.

Air PDAM tercemar

Dampak tercemarnya sungai Cisadane juga terjadi pada distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).  Pihak PDAM di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang juga sempat menghentikan penyaluran air ke pelanggan.

Untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih, pihak PDAM menyalurkan air bersih dengan menggunakan truk tangki ke sejumlah pemukiman warga di bantaran Sungai Cisadane. 

Seperti yang terjadi di Kampung Berkelir, Babakan, Kota Tangerang, sebuah truk tangki diserbu warga yang antri air bersih setelah sejak semalam tidak mendapatkan pasokan air bersih karena dihentikan.

Sri Hastuti, salah seorang warga mengaku air di rumahnya tidak keluar karena penyalurannya disetop pihak PDAM.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan air sungai Cisadane imbas kebakaran gudang bahan kimia.

Di sisi lain, Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang Banten juga menghentikan sementara suplai air bersih ke warga.

"Saat ini pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan bertahap kami normalkan kembali," ujar Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana.

Joko mengaku air baku sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai yang berminyak, dan ikan-ikan mati mendadak.

"Langkah awal yang kami lakukan adalah seluruh IPA Perumda TB setop operasi," ujar Joko.

Ia memastikan Perumda TB berkoordinasi ke pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu nomor 9 dan 10 dengan tujuan agar limbah terbuang ke laut. Upaya itu membuat air sudah tidak lagi berbau maupun terindikasi cemaran bahan kimia.

"Kualitas air terus kami pantau secara fisika dan kimia per 30 menit. Pada pukul 05.00 WIB air baku membaik dan IPA Perumda TB bertahap kami operasikan," tutur Joko.

Perumda TB menegaskan bahwa seluruh air yang kini kembali tersalurkan telah melalui proses pengawasan dan dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia.

Perumdam TKR pastikan air bersih aman

Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) menyatakan, pencemaran aliran Sungai Cisadane tidak berdampak terhadap kualitas air bersih 

Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan Safar mengatakan, air bersih olahan itu dipastikan layak konsumsi dan memenuhi standar kualitas yang diatur pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

"Sebelum didistribusikan ke masyarakat, setiap air yang diolah telah melalui berbagai macam proses panjang dan tahap quality control," ujar Sofyan.

Selain itu, kata Sofyan, pengelolaan air bersih juga telah melalui pengujian laboratorium yang mengimplementasikan standar ISO 17025:2017 dan terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium tersebut, kualitas air dinyatakan memenuhi standar dan aman digunakan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas air bersih," jelas Sofyan.

Sofyan mengungkapkan, pihaknya juga melakukan pemantauan berkala terhadap sumber air baku serta pengurasan di sejumlah titik instalasi pengolahan untuk menjaga stabilitas kualitas air.

Ia menegaskan, air baku dan air hasil olahan merupakan dua hal berbeda. Air yang diterima para pelanggan tersebut telah melalui proses filtrasi dan pengujian menyeluruh sehingga tetap sesuai standar keamanan.

"Sehingga air yang diterima pelanggan tetap layak sesuai standar," tuturnya.

Polisi turun tangan

Kepolisian memeriksa lima orang saksi terkait kebakaran gudang bahan kimia tersebut.  Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan para saksi berasal dari unsur keamanan hingga karyawan perusahaan yang berada di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu arus pendek atau korsleting listrik. Namun, penyelidikan masih akan terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Kepolisian Resor Tangerang Selatan juga menyelidiki dugaan tindak pidana terkait kebakaran gudang pestisida tersebut. Kebakaran tersebut diduga memicu pencemaran lingkungan akibat cairan kimia yang mengalir ke daerah aliran sungai.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, penyidik tengah menyelidiki peristiwa kebakaran tersebut.

Wira memastikan bangunan yang terbakar merupakan gudang penyimpanan bahan kimia. Akibat proses pemadaman, cairan pestisida bercampur air mengalir ke Kali Jaletreng yang bermuara ke Sungai Cisadane.

(dod/kna/nat)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |