Kemendag Janji Harga Minyakita Sesuai HET Rp15.700 Sebelum Ramadan

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan harga minyak goreng rakyat Minyakita kembali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter sebelum Ramadan 2026.

Upaya itu ditempuh melalui penguatan kewajiban distribusi dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) minimal 35 persen lewat BUMN Pangan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan kebijakan tersebut mulai efektif setelah Permendag Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat diberlakukan pada akhir Desember 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, kita harapkan dengan pengaturan minimal 35 persen ini bisa mengerek harganya tuh sesuai dengan HET," ujar Iqbal di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (22/1).

Ia menjelaskan realisasi penyaluran Minyakita melalui BUMN Pangan seperti Bulog dan ID Food per 1-20 Januari 2026 masih sekitar 14 persen dari total kewajiban DMO. Angka ini masih jauh dari target minimal 35 persen yang diharapkan bisa mempercepat normalisasi harga.

Iqbal menyebut meski realisasi baru 14 persen, pihaknya sudah berkomunikasi dengan produsen dan sebagian telah meneken kontrak dengan BUMN Pangan untuk memenuhi batas minimal tersebut. Ia optimistis skema baru itu akan berdampak pada harga nasional.

"Sekarang ini kan harga rata-rata nasional kan Rp16.800 (per liter). Itu stabil tuh harganya tuh di tiga bulan terakhir," ujar Iqbal.

Ia menambahkan penyesuaian harga diharapkan mulai terasa dalam waktu dekat, bahkan sebelum bulan puasa.

"Ya, (harga sesuai HET) sebelum Lebaran, sebelum puasa ini lah. Akhir Januari atau awal Februari," ujarnya.

Adapun hingga Minggu ketiga Januari 2026, harga Minyakita secara nasional memang masih berada di atas HET. Rata-rata harga tercatat Rp17.417 per liter, naik tipis 0,05 persen dibanding Desember 2025 dan masih jauh di atas HET Rp15.700 per liter. Sejumlah daerah bahkan mencatat lonjakan signifikan, seperti Aceh Tengah naik 21,26 persen dan Bener Meriah 19,61 persen.

Iqbal menjelaskan rendahnya porsi DMO bukan karena produsen menahan harga, melainkan karena proses transisi distribusi ke BUMN Pangan yang masih berjalan.

"Produsen dengan BUMN Pangan baik Bulog maupun ID Food itu emang sudah ada deal-deal-nya dan mereka sudah setuju. Tapi yang perlu kita garis bawahi, minyak goreng di Indonesia bukan hanya Minyakita," ucapnya.

Menurut dia, Minyakita memang diarahkan untuk masyarakat menengah ke bawah, sementara konsumen kelas menengah atas didorong menggunakan minyak premium atau second brand.

Terkait pasokan, Iqbal memastikan distribusi Minyakita melalui skema DMO pada Januari masih aman. Hingga 20 Januari, volume pasokan tercatat sekitar 70 ribu hingga 80 ribu ton dan masih terus diproduksi.

"Aman, masih tersedia dan masih on progress, masih produksi," ujarnya.

Kemendag menargetkan harga Minyakita kembali menyentuh HET Rp15.700 per liter seiring penerapan kewajiban distribusi minimal 35 persen melalui BUMN Pangan sebagaimana diatur dalam Permendag Nomor 43 Tahun 2025.

Kebijakan ini memperbarui Permendag 18/2024 dan mengatur alur distribusi Minyakita melalui produsen, distributor, BUMN Pangan, hingga pengecer, termasuk pedagang pasar rakyat, jaringan Bulog, serta Kopdes Merah Putih.

Distribusi Minyakita melalui BUMN sebelumnya hanya sekitar 8 persen dari total DMO.

Dengan skema baru, pemerintah berharap persebaran stok lebih merata, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang selama ini mencatat harga di kisaran Rp17.600-Rp18 ribu per liter, bahkan mencapai Rp20 ribu di beberapa daerah.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Read Entire Article
| | | |