CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 20:15 WIB
Ilustrasi tarif tiket pesawat di online travel agent. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menjelang libur Lebaran 2026, tarif tiket pesawat melonjak tajam dan banyak dikeluhkan oleh pemudik. Menanggapi keluhan yang masuk, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyoroti rute transit yang diberikan pihak Online Travel Agent (OTA) sehingga harga tiket menjadi mahal.
Kemenhub memastikan bahwa harga tiket pesawat yang selangit seperti kondisi saat ini sudah sesuai dengan aturan Tarif Batas Atas (TBA). Artinya, pemerintah menerapkan kebijakan penetapan harga tertinggi yang boleh dikenakan oleh penyedia jasa (dalam hal ini maskapai penerbangan) kepada penumpang.
"Kami punya aturan Tarif Batas Atas, beberapa tiket yang sudah disesuaikan oleh masing-masing airlines yang berdasarkan peraturan yang berlaku, TBA plus FS plus iuran wajib penumpang pesawat udara, juga PSC," jelas Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Agustinus Budi Hartono saat press conference Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata, Selasa (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, itu kita gabungkan jadi satu dan kami coba bandingkan dengan harga tiket sebelum ada program ini," tambah dia.
Lebih lanjut, menurut Agustinus, harga tiket pesawat menjadi tinggi khususnya di musim mudik atau libur Lebaran tahun ini karena penumpang menggunakan rute transit yang ditawarkan oleh pihak ketiga pemesanan tiket perjalanan daring (OTA). Ia menyoroti bahwa OTA menawarkan rute transit karena rute penerbangan langsung yang sudah habis.
"Menanggapi isu di media sosial mengenai harga tiket yang disebut tetap mahal meski sudah dapat potongan, setelah diperhatikan ternyata harga yang ditawarkan oleh online travel agent adalah rute-rute yang indirect, sedangkan direct rutenya sudah banyak habis," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa kondisi ini yang membuat persepsi masyarakat melihat harga tiket pesawat meroket, padahal dari pihak maskapai secara regulasi sudah mengikuti batas tarif sesuai ketentuan yang berlaku.
Agustinus kemudian mencontohkan rute yang tidak memiliki penerbangan langsung seperti rute Manokwari menuju Padang. Penumpang perlu terbang dari Manokwari kemudian transit di Jakarta, baru setelah itu melanjutkan terbang dari Jakarta menuju Padang.
Skema penerbangan transit seperti ini yang membuat tarif tiket pesawat menjadi lebih mahal, dibandingkan dengan tarif penerbangan langsung. Kemenhub mengatakan akan melakukan pengawasan harian terhadap harga tiket pesawat untuk memastikan seluruh maskapai mematuhi ketetapan aturan TBA.
Selain itu, pemerintah meminta agar OTA dapat lebih transparan dalam menampilkan informasi kepada masyarakat. Transparansi ini menyangkut ketersediaan tiket, kelas penerbangan, hingga detail informasi penerbangan transit.
"Jangan sampai nanti terkesan pemerintah sudah punya program ini, tapi dengan adanya berita-berita tersebut kesannya program pemerintah tidak ada artinya," kata dia.
Mengenai program yang disebutkannya ini, pemerintah bersama Kemenhub telah memberikan stimulus yang diyakini dapat menekan harga tiket pesawat selama periode mudik Lebaran. Program stimulus telah diberlakukan untuk periode pembelian tiket pada 10 Februari-29 Maret 2026.
Kebijakan yang diterapkan ini termasuk pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen, Diskon Fuel Surcharge (FS) pesawat jet dari 10 persen menjadi 2 persen, dan penurunan biaya operasional pesawat propeller dari 25 persen menjadi 20 persen.
Selain itu, pemerintah menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan yang juga memberikan potongan biaya. Termasuk diskon sebesar 50 persen untuk Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan PJP4U. Program tersebut turut didukung oleh Pertamina, pihaknya memberikan penurunan harga tiket avtur di 37 bandara.
"Kontribusi dari rekan-rekan bandara yang memberi diskon PJP2U sebesar 50% dan PJP4U sebesar 50%. Program ini juga didukung oleh Pertamina, di mana Pertamina sudah memberikan penurunan harga tiket avtur di 37 bandara. Kami sudah menerima surat dukungan dari Dirut Pertamina terkait program ini," kata dia.
Harapannya, kebijakan ini bisa meringankan masyarakat agar mendapat harga tiket yang lebih terjangkau di tengah tingginya permintaan di musim mudik Lebaran 2026.
"Terakhir kami juga mendapat dukungan dari rekan-rekan bandara Airnav terkait pelayanan navigasi penerbangan dan operasional bandara. Di mana Airnav melakukan pengoperasian bandara selama 24 jam," lanjut Agustinus.
Sementara itu, perwakilan Traveloka, Rinaldi mengatakan bahwa pihaknya telah menjalankan arahan pemerintah dengan menampilkan informasi yang jelas untuk para pengguna. Ia juga mendukung dan turut mensosialisasikan program pemerintah yang memberikan diskon tarif penerbangan kepada pemudik.
"Kami mendukung program pemerintah untuk memberikan diskon tarif penerbangan kelas ekonomi. Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada pengguna kami agar dapat memaksimalkan program yang digagas pemerintah. Kami sudah mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah dan maskapai terkait dengan tarif batas akhir dan juga tarif batas bawah penerbangan kelas ekonomi," terang Rinaldi.
(ana/wiw)
Add
as a preferred source on Google


















































