Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia

8 hours ago 9

CNN Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 15:26 WIB

Di tengah kanal-kanal Xochimilco, Meksiko, terdapat salah satu destinasi wisata teraneh di dunia, La Isla de las Muñecas atau Pulau Boneka. Di tengah kanal-kanal Xochimilco, Meksiko, terdapat salah satu destinasi wisata teraneh di dunia, La Isla de las Muñecas atau Pulau Boneka. (iStockphoto/Miguel Rodriguez Silva).

Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah kanal-kanal Xochimilco, Meksiko, terdapat salah satu destinasi wisata teraneh di dunia, La Isla de las Muñecas atau Pulau Boneka.

Tempat ini dipenuhi ratusan boneka tua yang digantung di pepohonan, dipaku di dinding, hingga dibiarkan menggantung di atas permukaan air.

Sebagian boneka terlihat rusak, kusam, kehilangan mata, tangan, atau kaki akibat termakan usia dan cuaca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski kini menjadi destinasi wisata horor yang ramai dikunjungi, Pulau Boneka menyimpan kisah tragis di balik kemunculannya.

Mengutip Far Out pada Kamis (28/5), semua bermula dari sosok pria bernama Don Julian Santana Barrera yang tinggal menyendiri di salah satu pulau kecil di kawasan Xochimilco pada pertengahan abad ke-20.

Barrera disebut meninggalkan keluarganya untuk hidup seorang diri di tengah kanal. Tak banyak informasi pasti tentang kehidupannya.

Sebagian mengenalnya sebagai sosok religius, sebagian menyebutnya pertapa, sementara yang lain menduga ia mengalami gangguan mental.

Legenda yang berkembang di masyarakat menyebut Barrera pernah menemukan jasad seorang anak perempuan yang tenggelam di kanal dekat tempat tinggalnya.

Beberapa hari kemudian, ia menemukan sebuah boneka mengambang di air. Barrera meyakini boneka ini milik anak perempuan tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan atau upaya menenangkan arwah sang anak, ia lalu menggantung boneka itu di pohon.

Namun setelah itu, Barrera mengaku kerap mendengar suara langkah kaki, bisikan, hingga merasa dihantui arwah anak tersebut.

Sejak saat itu, ia mulai mengumpulkan boneka-boneka lain dari tempat sampah, pasar, dan kanal-kanal sekitar. Boneka-boneka itu kemudian digantung di seluruh penjuru pulau.

Kebiasaan itu berlangsung selama puluhan tahun hingga pulau kecil tersebut dipenuhi ratusan boneka.

Suasana pulau pun berubah menjadi menyeramkan dan mulai menarik perhatian warga sekitar hingga wisatawan.

Pengunjung datang bukan hanya untuk melihat boneka-boneka itu, tetapi juga untuk mendengar cerita langsung dari Barrera.

Legenda Pulau Boneka semakin kuat setelah Barrera ditemukan meninggal dunia pada 2001.

Ia ditemukan tewas tenggelam di lokasi yang disebut sebagai tempat ditemukannya jasad anak perempuan tersebut.

Penyebab kematiannya tidak pernah benar-benar dipastikan.

Sebagian percaya ia terpanggil oleh suara gaib, sementara lainnya menduga ia tenggelam akibat kecelakaan atau serangan jantung.

Meski begitu, cerita soal anak perempuan yang tenggelam juga masih diperdebatkan hingga kini.

Beberapa kerabat Barrera bahkan meragukan kejadian itu pernah terjadi.

Ada yang menilai cerita tersebut hanyalah bagian dari imajinasi Barrera atau berkembang dari peristiwa lain yang dibesar-besarkan.

Setelah kematian Barrera, Pulau Boneka justru semakin populer. Tempat ini kerap muncul di acara dokumenter perjalanan, video YouTube, hingga menjadi tujuan para pemburu hantu.

Banyak wisatawan juga datang membawa boneka mereka sendiri untuk ditinggalkan di pulau tersebut.

Kini Pulau Boneka menjadi salah satu ikon wisata horor di Meksiko.

Di satu sisi, tempat itu dipandang sebagai monumen duka dan legenda lokal.

Namun di sisi lain, kemunculannya juga memunculkan perdebatan soal komersialisasi tragedi dan kematian menjadi objek wisata.

Meski begitu, Pulau Boneka tetap memikat banyak orang karena berdiri di antara mitos, kenyataan, tragedi, dan visual yang tak biasa.

Sebagian orang menganggap tempat itu adalah lokasi wisata menyeramkan. Bagi yang lain, Pulau Boneka menjadi pengingat tentang kematian, kehilangan, dan kisah yang terus hidup lewat legenda.

(dhz/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |