Komponen Mobil yang Rentan Rusak Terpapar Abu Vulkanik

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Erupsi Gunung Anak Krakatau dan lainnya memuntahkan hujan abu vulkanik tentunya membahayakan kondisi mobil.

Partikel ini mengandung kadar pasir kuarsa tinggi, berunsur asam, serta memiliki tingkat ketajaman setara serpihan kaca yang memicu timbulnya karat.

Melansir Auto2000 pada Senin (7/9), berikut beberapa bagian mobil yang perlu diperhatikan saat terkena paparan abu vulkanik:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kaca 

Hindari membersihkan abu vulkanik di kaca menggunakan wiper secara langsung agar permukaan tidak tergores. Kandungan silikon yang tinggi membuat material abu ini potongan pecahan kaca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Basahi kaca memakai air wiper terlebih dahulu sebelum disapu, atau siram menggunakan air mengalir maupun air kemasan agar lebih aman. Setelah dipastikan bebas dari abu, usap permukaan kaca memakai kain bersih.

2. Bodi 

Kandungan asam pada abu gunung berapi memiliki sifat korosif yang membahayakan, khususnya pada area bodi yang pernah mengalami kerusakan atau bekas benturan.

Langkah pencegahan terbaik adalah langsung membilas seluruh bodi dengan air mengalir usai berkendara. Siram area kaca dan bodi untuk meluruhkan material abu, lalu keringkan menggunakan kain lap hingga bersih sempurna.

3. Filter udara mesin

Filter udara bertindak seperti saluran pernapasan yang menyaring aliran udara menuju ruang mesin. Jika kondisi penyaring sudah melemah, partikel abu vulkanik dapat menerobos masuk dan memicu gangguan serius pada kinerja mesin.

Segera ganti komponen ini apabila sudah sangat kotor, tanpa perlu menunggu jadwal servis rutin.

4. Pendingin kabin (AC)

Hindari membuka jendela saat melintasi lokasi yang terpapar abu vulkanik. Abu dapat masuk ke dalam saluran sirkulasi AC, memicu penyumbatan, serta merusak komponen di dalamnya.

Udara AC yang terkontaminasi juga berisiko mengganggu kesehatan penumpang jika terhirup. Selalu periksa dan ganti filter kabin agar udara yang masuk ke sirkulasi AC tetap bersih.

5. Komponen pengereman

Partikel abu yang menempel di piringan rem dapat menggores permukaan cakram saat tertekan oleh kampas rem. Hal serupa terjadi jika abu masuk ke dalam sistem rem teromol.

Gesekan material asing tersebut membuat permukaan teromol tergores, menurunkan efisiensi pengereman, hingga memicu kemacetan fungsi rem yang berisiko menyebabkan kecelakaan.

6. Cairan

Walau tersimpan dalam wadah tertutup, partikel abu vulkanik tetap berpotensi menyusup ke dalam tangki cairan pendukung, seperti tabung minyak rem atau penampung air radiator. Kontaminasi ini dapat merusak komposisi kimia cairan sehingga fungsinya tidak lagi optimal.

7. Sensor-sensor

Berbagai sensor elektronik sangat sensitif terhadap kotoran. Paparan abu vulkanik dapat mengganggu sistem kontrol elektronik hingga memicu malfungsi, seperti gangguan pada sensor pengereman yang mengakibatkan fitur ABS (Anti-lock Braking System) gagal bekerja secara maksimal.
Langkah terbaik adalah menghindari melintas di wilayah terdampak erupsi.

Jika Anda bermukim di area tersebut, istirahatkan kendaraan hingga situasi kembali aman. Namun bila terpaksa berkendara, segera bawa kendaraan ke bengkel resmi terdekat untuk pemeriksaan dan perawatan menyeluruh.

(hjn/mik)

Read Entire Article
| | | |