CNN Indonesia
Jumat, 16 Jan 2026 15:20 WIB
Las Vegas, Amerika Serikat, mengalami krisis pariwisata (AFP/ETHAN MILLER)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pariwisata Las Vegas di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2025 merosot drastis. Jumlah wisatawan yang datang ke Las Vegas tahun lalu mengalami penurunan, bahkan angkanya mirip seperti dua dekade lalu ketika terakhir kalinya negara ini krisis pariwisata.
Otoritas Konvensi dan Pengunjung Las Vegas (LCVA) merilis ringkasan pariwisata tahun 2025. Tercatat 35,4 juta wisatawan yang mengunjungi Las Vegas selama tahun 2025, di mana angkanya merosot 7,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bahkan jika dibandingkan dengan puncak kejayaan pariwisatanya di tahun 2019, perbedaannya cukup jauh. Kunjungan tertinggi di Las Vegas tercatat pada tahun 2019, dengan total 42,5 juta orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menyentuh rekor, tahun-tahun selanjutnya Las Vegas mengalami penurunan wisatawan khususnya selama pandemi Covid-19.
Tahun 2025 Las Vegas semakin sepi pengunjung. Bahkan volume kunjungannya sama seperti kondisi pariwisata Las Vegas pada dua dekade lalu, tepatnya ketika tahun 2000, 2002 dan 2003.
Dampak dari krisis pariwisata ini, banyak kamar hotel dan penginapan yang kosong di kota yang terkenal dengan judi kasinonya ini. Tingkat hunian hotel di Las Vegas turun menjadi 80,7 persen, dengan tarif kamarnya rata-rata USD183,51 atau sekitar Rp3 juta per malam.
Sementara untuk kehadiran konvensi (pengunjung yang datang untuk urusan bisnis), tercatat ada 5,6 juta orang. Dibandingkan tahun 2024, jumlah kehadiran konvensi, wisatawan, sampai kamar yang dihuni, semua angkanya turun.
Presiden LVCVA, Steve Hill menyoroti bahwa merosotnya pariwisata Las Vegas ini tak lepas dari kebijakan politik dan administratif di sana. Hubungan internasional negara ini membuat turis asing enggan untuk berlibur ke Las Vegas.
"Beberapa keputusan yang dibuat oleh administrasi kami seputar hubungan internasional (telah) menyebabkan penurunan pariwisata," ungkap Hill, seperti dilansir Fox News.
Catatan terbaru pada November 2025, jumlah wisatawan internasional yang mengunjungi Las Vegas ikut menurun. Tahun sebelumnya ada 303 ribu orang turis, tapi di tahun 2025 merosot jadi 239 ribu turis.
Paling menjadi sorotan adalah turis Kanada yang biasanya jadi penyumbang jumlah wisatawan terbesar Las Vegas, tahun kemarin justru mengalami penurunan sampai lebih dari 20 persen.
"Kunjungan internasional kami landai, tetapi menembus penurunan lebih dari 20 persen pariwisata dari Kanada, yang merupakan sumber kunjungan internasional terbesar kami," ujar Hill.
Sementara itu, CEO Circa Resort & Casino, Derek Stevens percaya bahwa menurunnya wisatawan internasional di Las Vegas juga merupakan imbas dari ekonomi global dan nilai tukar uang secara keseluruhan.
(wiw)

















































