Kronologi Bek Persijap Rahmat Hidayat Kolaps Saat Lawan Persebaya

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemain Persijap Jepara Rahmat Hidayat kolaps saat lawan Persebaya Surabaya di Super League pada Sabtu (21/2) malam. Berikut kronologi pemain Persijap Rahmat Hidayat kolaps saat lawan Persebaya.

Pertandingan Persijap vs Persebaya berlangsung ketat di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara pada Sabtu (21/2) malam. Persija menang 3-1 atas Persebaya dalam laga yang diwarnai satu kartu merah yang didapat Rachmat Irianto di menit ke-86.

Namun, ada satu kejadian mendebarkan dalam pertandingan tersebut yang menjadi sorotan yaitu saat bek Persijap Rahmat Hidayat tiba-tiba kolaps di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Momen itu terjadi pada menit ke-52. Dalam tayangan ulang, setelah pertahanan Persijap melakukan clearance, Rahmat masih sempat joging saat situasi timnya berbalik menyerang.

Namun setelah itu tiba-tiba Rahmat mengangkat tangan, seolah memberikan gestur khusus dirinya mengalami masalah kesehatan. Kemudian Rahmat roboh di lapangan.

Tim medis segera mendatangi Rahmat, kemudian sang pemain ditidurkan di atas tandu. Beberapa pemain sempat memberikan bantuan dengan mengipaskan jersey ke arah Rahmat.

Ambulans kemudian masuk ke lapangan dan Rahmat Hidayat langsung dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Pertandingan yang sempat terhenti selama 10 menit kemudian kembali dilanjutkan.

Usai pertandingan dan setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Dokter Tim Persijap menjelaskan bahwa Rahmat Hidayat terkena hipoglikemia dan hipokalemia.

"Didiagnosa Rahmat kena hipoglikemia dan hipokalemia," kata Ary Setiawan dalam rilis yang diterima media pada Sabtu (21/2) malam.

Ary menjelaskan tim medis langsung mengecek kondisi jantung dan saturasi oksigen pasca Rahmat mengalami kolaps di lapangan.

"Tadi Rahmat sempat black out di lapangan. Terus kita evaluasi, kita cek jantungnya, kita cek saturasi oksigennya sudah ada perbaikan di rumah sakit, setelah dari rumah sakit kita evaluasi lagi 24 jam ke depan untuk mengantisipasi case yang lebih parah. Demikian," kata Ary Setiawan.

[Gambas:Video CNN]

(rhr)

Read Entire Article
| | | |