Kunjungan Turis ke Jepang Turun di Januari, Pertama Kali dalam 4 Tahun

1 hour ago 2

CNN Indonesia

Senin, 23 Feb 2026 10:00 WIB

Jumlah kunjungan turis asing atau wisman ke Jepang mencatatkan penurunan sebesar 4,9 persen pada Januari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejumlah turis asing saat berkunjung ke Jepang. (AFP/YUICHI YAMAZAKI)

Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jepang mencatatkan penurunan sebesar 4,9 persen pada Januari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Melansir Reuters, ini merupakan penurunan pertama yang dialami "destinasi terfavorit di dunia" tersebut dalam empat tahun terakhir.

Berdasarkan data Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), total kunjungan wisman mencapai 3.597.500 orang. Angka ini turun untuk pertama kalinya sejak Januari 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan signifikan ini dipicu oleh merosotnya jumlah turis dari China daratan sebesar 61 persen menjadi hanya 385.300 orang. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, seperti tensi diplomatik dan kalender Imlek.

Beijing mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang sejak November lalu. Hal ini menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang menyebut potensi serangan China ke Taiwan sebagai "situasi yang mengancam eksistensi" dan dapat memicu respons militer dari Tokyo.

Di sisi lain, pergeseran musim libur Tahun Baru Imlek yang jatuh pada pertengahan Februari tahun ini, berbeda dengan tahun 2025 yang jatuh pada akhir Januari, turut memengaruhi volume kedatangan.

Meski angka keseluruhan turun, Korea Selatan tetap menjadi sumber pengunjung terbesar bagi Jepang. Jumlahnya melonjak 22 persen menjadi 1.176.000 orang, mencatatkan rekor bulanan tertinggi sekaligus pertama kalinya ada satu negara yang menembus angka 1,1 juta pengunjung dalam sebulan.

Selain Korea Selatan, pertumbuhan juga terjadi pada pasar lain, di mana turis Taiwan naik 17 persen menjadi 694.500 pengunjung. Lalu, turis Amerika Serikat tumbuh 14 persen menjadi 207.800 pengunjung.

Sektor pariwisata Jepang sebenarnya telah menunjukkan tren pendakian yang stabil sejak pembatasan era pandemi Covid-19 dicabut.

Volume bulanan seringkali melampaui level pra-Covid sebelum akhirnya terkoreksi pada awal tahun ini akibat dinamika geopolitik di kawasan Asia Timur.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |