Jakarta, CNN Indonesia --
Puluhan orang diduga tewas dan sekitar 100 lainnya terluka imbas ledakan yang memicu kebakaran di sebuah bar di kota resor ski mewah Crans-Montana, Swiss, saat malam tahun baru, Kamis (31/12).
Insiden ini terjadi kala bar Le Constellation tersebut dipadati pengunjung yang mau merayakan malam terakhir di 2025 dan menyambut tahun baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi, petugas pemadam kebakaran, dan tim penyelamat segera dikerahkan ke resor populer tersebut setelah menerima laporan kebakaran. Resor itu menjadi salah satu destinasi ski papan atas di Eropa.
Seorang wisatawan asal New York merekam kobaran api berwarna jingga terang yang menyembur keluar dari bar tersebut, dan mengatakan kepada AFP bahwa ia melihat orang-orang berlarian sambil berteriak dalam kegelapan.
Otoritas menyatakan masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat (00.30 GMT) itu.
Polisi melaporkan kebakaran juga dipicu ledakan yang belum jelas sumbernya. Namun, mereka menegaskan tidak ada indikasi bahwa insiden itu disebabkan oleh sebuah "serangan".
"Puluhan orang diduga meninggal dunia," kata Frederic Gisler, komandan polisi di kanton Wallis, Swiss barat daya, kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa sekitar 100 orang mengalami luka-luka, banyak di antaranya dalam kondisi serius.
"Saat ini, seluruh korban luka sedang menjalani perawatan," ujarnya.
Rumah sakit di wilayah Wallis dilaporkan penuh dan telah menetapkan status darurat, sehingga para korban luka dipindahkan ke berbagai rumah sakit di seluruh Swiss.
Menurut situs resmi Crans-Montana, bar Le Constellation memiliki kapasitas hingga 300 orang, ditambah sekitar 40 orang di area teras.
Sebelumnya, juru bicara polisi mengatakan kepada AFP bahwa sekitar 100 orang berkumpul di lokasi tersebut untuk merayakan Tahun Baru.
Beberapa jam setelah kejadian, ambulans masih terlihat terparkir di luar bar, dengan jendela-jendela pecah. Media lokal melaporkan bahwa "bau hangus masih tercium di udara".
Pihak berwenang mengatakan masih terlalu dini untuk memberikan angka pasti korban. Karena Crans-Montana kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai negara, mereka memperkirakan korban berasal dari beragam kewarganegaraan.
Setidaknya dua warga negara Prancis termasuk di antara korban luka, menurut laporan awal Kementerian Luar Negeri Prancis.
Sementara itu, media Swiss menduga kebakaran mungkin dipicu oleh penggunaan piroteknik saat sebuah konser berlangsung.
Polisi menyatakan area tersebut "sepenuhnya ditutup untuk umum" dan "zona larangan terbang di atas Crans-Montana telah diberlakukan".
"Pesta sedang berlangsung meriah... musik dan sampanye mengalir bebas," ujar seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi kepada surat kabar Lausanne, 24 heures.
(rds)
















































