Listrik 62 Desa di Sumatra Belum Pulih 100 Persen

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) mencatat masih terdapat 62 desa di Pulau Sumatra yang pasokan listrik-nya belum pulih sepenuhnya akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Desa-desa tersebut berada di wilayah yang aksesnya masih terputus atau terisolasi sehingga proses perbaikan jaringan belum bisa dilakukan secara optimal.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut mayoritas desa yang masih padam berada di Provinsi Aceh. Dari sekitar 6.500 desa di Aceh, masih terdapat sekitar 60 desa atau kurang dari 1 persen yang listriknya belum menyala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desa-desa itu tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Tengah sebanyak 29 desa, Gayo Lues tujuh desa, Aceh Tamiang enam desa, Aceh Timur tiga desa, Aceh Barat satu desa, Aceh Utara satu desa, Bireuen satu desa, dan Bener Meriah 12 desa.

"Saat ini di Aceh dari 6.500 desa terdapat 60 desa atau kurang dari 1 persen yang listriknya masih terhambat karena akses jalan belum terbuka atau terisolir," ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).

Sementara di Sumatra Utara, PLN mencatat masih terdapat dua desa di Kabupaten Tapanuli Utara yang mengalami padam akibat banjir susulan dan longsor, meski sebelumnya seluruh wilayah sempat pulih 100 persen.

Dengan kondisi tersebut, tingkat pemulihan kelistrikan di Sumatra Utara kini berada di angka 99,97 persen, atau 6.221 desa menyala dari total 6.223 desa terdampak.

Adapun di Sumatra Barat, seluruh 1.265 desa terdampak dilaporkan telah menyala kembali sejak 23 Desember 2025, meski gangguan sporadis masih terjadi di sejumlah titik rawan.

Untuk menjaga penerangan di desa-desa yang masih terisolasi, PLN menyalurkan bantuan genset. Darmawan menyebut pihaknya memanfaatkan program bantuan 1.000 unit genset dari Kementerian ESDM.

"Desa-desa yang masih terisolir ini kami bagikan genset sehingga minimum ada harapan cahaya terang walaupun masih kelip-kelip karena hanya menggunakan genset," katanya.

Di balik desa-desa yang masih padam itu, Darmawan mengungkap kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat bencana kali ini jauh lebih masif dibandingkan bencana sebelumnya. Di Aceh saja tercatat terdapat 66 tower transmisi terdampak, terdiri dari 19 tower roboh dan 47 tower mengalami deformasi.

"Ada 24 tower yang rusak di Aceh yang perlu kami perbaiki dalam waktu yang sangat singkat, kemudian total ada 66 tower transmisi terdampak, 19 tower roboh dan 47 tower mengalami deformasi," ungkap Darmawan.

Ia menambahkan kondisi di lapangan juga sangat dinamis karena sejumlah tiang dan tower yang sudah diperbaiki kembali roboh akibat bencana susulan.

"Di Sumatra Barat, Sumatra Utara maupun Aceh, tiang listrik yang sudah kami dirikan ada beberapa yang roboh, kami dirikan lagi roboh, kami dirikan kembali, sehingga tim kami masih terus bekerja di lapangan," ujarnya.

Lebih lanjut, PLN memastikan personel tetap disiagakan untuk mempercepat pemulihan desa-desa yang masih terkendala sekaligus mengantisipasi potensi gangguan lanjutan di wilayah rawan banjir dan longsor di Pulau Sumatra.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Read Entire Article
| | | |