Mana yang Lebih Baik, Sarapan Roti atau Nasi?

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Minggu, 25 Jan 2026 07:00 WIB

Nasi dan roti merupakan sumber karbohidrat yang bisa bikin perut kenyang. Tak heran jika keduanya juga kerap jadi pilihan saat sarapan. Ilustrasi. Nasi dan roti merupakan sumber karbohidrat yang bisa bikin perut kenyang. (iStockphoto/Nungning20)

Jakarta, CNN Indonesia --

Nasi dan roti merupakan sumber karbohidrat yang bisa bikin perut kenyang. Tak heran jika keduanya juga kerap jadi pilihan saat sarapan.

Beberapa orang memilih 'sarapan berat' dengan menu nasi bersama lauk-pauknya. Tapi, beberapa orang menganggap sarapan lebih ringan dengan roti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika dibandingkan di antara keduanya, mana sebenarnya yang lebih baik?

Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata mengatakan, sarapan ideal tidak ditentukan oleh jenis karbohidrat yang dipilih, melainkan keseimbangan nutrisi. Nasi dan roti pada dasarnya boleh-boleh saja dikonsumsi sebagai menu sarapan, asalkan tidak berlebihan dan disertai protein serta serat.

"Boleh saja makan nasi pagi-pagi, tapi ada syaratnya, kita harus makan sehat. Jadi, kalau makan nasi, kita mengikuti pedoman piring makan sehat," ujar Johanes kepada CNNIndonesia.com, Senin (12/1).

Kamu bisa membagi porsi makan sehat dengan cara ini. Bagi sebagian isi piring dengan sayur dan buah. Sebagian lainnya isi dengan sumber protein dan karbohidrat.

Upayakan untuk membatasi asupan karbohidrat di pagi hari. Pasalnya, hal ini kerap menimbulkan keluhan seperti cepat mengantuk dan mudah lapar kembali.

Kondisi di atas biasanya berkaitan dengan lonjakan dan penurunan gula darah yang memengaruhi respons hormonal tubuh. Produktivitas bisa menurun gara-gara ini.

Johanes menyarankan agar asupan protein lebih diutamakan dibanding karbohidrat. Protein membantu mempertahankan rasa kenyang dan mencegah asupan kalori berlebih sepanjang hari.

Sama halnya dengan nasi, Johanes juga mengingatkan untuk membatasi asupan roti di pagi hari.

"Konsumsi roti juga harus hati-hati. Roti jangan terlalu banyak, cukup satu lembar saja. Kalau tipis, maksimal dua lembar roti tawar," ujar dia.

Padukan roti dengan sumber protein seperti telur. Namun, batasi juga asupan kuning telur agar tidak berujung kolesterol.

(asr)

Read Entire Article
| | | |