Mengenal Radioterapi: Jenis, Manfaat, dan Waktu Penggunaannya

5 hours ago 5

Mayapada Hospital | CNN Indonesia

Kamis, 11 Jun 2026 20:20 WIB

Close up of doctor and  patient  sitting at the desk near the window in hospital Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/andrei_r).

Jakarta, CNN Indonesia --

Radioterapi menjadi salah satu modalitas utama dalam pengobatan kanker dengan memanfaatkan radiasi berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker secara terarah.

Terapi ini berperan penting dalam berbagai tahapan penanganan kanker, baik sebagai terapi utama maupun sebagai bagian dari kombinasi pengobatan lainnya.

Berdasarkan laporan The Lancet Global Health dan IAEA, sekitar 50-70 persen pasien kanker membutuhkan radioterapi sebagai bagian dari rangkaian terapi yang mereka jalani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini menunjukkan bahwa radioterapi memiliki posisi penting dalam upaya meningkatkan peluang kesembuhan serta kualitas hidup pasien kanker.

Mengenal Radioterapi

Secara umum, radioterapi terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu radiasi eksterna dan brakhiterapi. Radiasi eksterna menggunakan radiasi pengion berenergi tinggi yang dihasilkan oleh pesawat radiasi, salah satunya adalah LINAC (Linear Accelerator).

Dokter Yoke Soemiatno, Sp.Rad(K) Onk.Rad, menjelaskan bahwa radioterapi bekerja dengan memberikan radiasi dalam dosis yang telah dikontrol untuk merusak sel kanker.

"Radioterapi menggunakan radiasi dengan dosis terkontrol untuk membunuh atau merusak sel kanker sehingga sel kankernya mati, tidak bisa berkembang, atau menyebar," katanya dikutip Kamis (11/6).

Peran Radioterapi dalam Penanganan Kanker

Radioterapi mempunyai manfaat dan peran penting dalam rangkaian terapi penyakit kanker lainnya, seperti pembedahan dan sistemik terapi (kemoterapi, terapi hormon, target terapi, dan imunoterapi).

Secara garis besar, radioterapi memiliki tiga peran utama dalam penanganan kanker:

1. Mencapai kesembuhan (kuratif)

Radioterapi diberikan sebagai terapi utama untuk membunuh atau menghilangkan sel-sel kanker. Bisa juga diberikan bersamaan dengan kemoterapi yang disebut kemoradiasi.

2. Membantu terapi lainnya

  • Neoadjuvant: Mengecilkan tumor sebelum operasi
  • Adjuvant: Membunuh sisa sel kanker pasca operasi

3. Membantu meringankan gejala (paliatif)
Mengecilkan tumor dan mencegah penyebaran untuk meningkatkan kenyamanan pasien, meski tidak menyembuhkan

Sementara itu, dokter Steven Octavianus, Sp.Onk Rad, menambahkan bahwa radioterapi juga memiliki peran penting bagi pasien dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan menjalani operasi atau kemoterapi.

"Radioterapi bahkan sangat dianjurkan untuk beberapa kanker stadium lanjut lokal yang sulit dioperasi (locally advanced stadium) atau untuk pasien yang memiliki kontraindikasi atau terlalu lemah untuk operasi atau kemoterapi," ujarnya.

(inh)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |