Jakarta, CNN Indonesia --
Microsoft mengatakan saat ini ongkos untuk menggelar teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin murah, dan investasi US$1 untuk teknologi tersebut akan kembali dalam jumlah 3,7 kali lipat.
"Apa yang kita lihat dari organisasi-organisasi adalah adanya kebutuhan bisnis yang sangat jelas dalam AI. Yang kami lihat di seluruh dunia, untuk setiap US$1 investasi perusahaan dalam AI. Mereka mendapatkan return sebesar 3,7 kali lipat, yang merupakan pencapaian yang luar biasa pada tahap awal perkembangan teknologi ini," kata Alistair Speirs, General Manager Azure Infrastructure Microsoft dalam kunjungan ke fasilitas Data Center Microsoft di Karawang, Jawa Barat, Rabu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih berada di tahap awal perkembangan teknologi ini. Saat kita mulai membangun fasilitas ini, ChatGPT bahkan belum ada, jadi ini memberi gambaran betapa cepatnya teknologi ini dikembangkan. Apa yang akan Anda lihat di sini adalah revolusi teknologi yang sebenarnya sedang terjadi di balik layar," tambahnya.
Mengutip survei yang dilakukan perusahaannya, Alistair mengatakan teknologi AI hadir untuk mengisi celah di dunia kerja saat ini.
Survei tersebut mengatakan 80 persen pekerja melaporkan tidak memiliki waktu atau sumber daya yang cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang diperlukan. Di sisi lain, 53 persen manajer melaporkan ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membuat perusahaan tetap kompetitif.
"Itu adalah celah. Karyawan kita tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menjalankan tugas mereka. Pemimpin bisnis dan pemimpin pemerintah menuntut lebih dari karyawan mereka untuk tetap kompetitif. Jawabannya sebenarnya terletak pada kemampuan terdepan ini, kemampuan AI ini, yang membantu karyawan menjadi lebih produktif dengan bekerja bersama sistem AI yang bersifat agen untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan," terang Alistair.
Meski demikian, ia membantah anggapan AI menggantikan pekerja dan menyebut hal yang terjadi adalah sebaliknya.
Mengutip data LinkedIn pada 2025, Alistair menyoroti bagaimana literasi AI dengan cepat menjadi keterampilan teratas yang dimasukkan dalam persyaratan pekerjaan.
Selain AI, ada juga beberapa keterampilan lain seperti mitigasi konflik, adaptabilitas, optimasi proses, dan pemikiran inovatif, hal-hal yang ia sebut tidak mudah dilakukan oleh komputer.
Lebih lanjut, AI bekerja di atas infrastruktur pusat data. Alistair mengatakan biaya untuk infrastruktur pusat data sendiri semakin murah dari waktu ke waktu.
"Selama beberapa tahun terakhir, kita telah melihat pengurangan biaya yang signifikan dalam penggunaan kemampuan AI ini. Hal ini dicapai melalui kombinasi fasilitas inovatif dan efisien seperti yang Anda lihat di sini, perbaikan teknologi di tingkat hardware, serta perbaikan di tingkat software, semua hal ini mendorong penurunan biaya," tuturnya.
Di kasus Microsoft, katanya, penggunaan sistem liquid cooling tertutup yang tidak menggunakan pendinginan evaporatif untuk menjaga temperatur server menjadi salah satu terobosan.
Ia menjelaskan bahwa pusat data umumnya didinginkan dengan udara melalui pendingin ruangan atau teknologi pendinginan evaporatif yang menggunakan air untuk menjaga suhu pusat data tetap dingin.
Namun, penggunaan liquid cooling dinilai lebih efektif karena bisa memindahkan lebih banyak panas dan membantu komputer menangani beban komputasi berat.
"Saat kita mempertimbangkan liquid cooling, kita dapat secara efektif memindahkan lebih banyak panas di dalam pusat data, mendukung chip yang lebih besar dan lebih bertenaga, serta chip yang lebih efisien untuk menjalankan beban kerja ini," terangnya.
(lom/dmi)

















































