Ortu Perlu Tahu, Ini Beda Anak Aktif dan Hiperaktif

6 hours ago 6

CNN Indonesia

Selasa, 07 Apr 2026 18:45 WIB

Banyak orang tua kesulitan memahami beda anak aktif dan hiperaktif. Kenali perbedaannya agar mendapatkan pemahaman yang lebih akurat. Ilustrasi. Banyak orang tua kesulitan memahami beda anak aktif dan hiperaktif. (iStock/CandyRetriever)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Memahami perilaku anak sering kali menjadi tantangan bagi orang tua, terutama ketika anak terlihat sangat energik dalam kesehariannya. Banyak orang tua seringkali kesulitan membedakan apakah anaknya hanya aktif atau menunjukkan perilaku hiperaktif.

Simak beda anak aktif dan hiperaktif yang perlu diketahui orang tua dalam artikel ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada dasarnya, anak memang memiliki energi besar dan rasa ingin tahu tinggi sebagai bagian dari perkembangan alami. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat anak mengalami kesulitan dalam mengatur perhatian, emosi, dan perilaku.

Sekilas, anak aktif dan hiperaktif terlihat serupa karena sama-sama menunjukkan perilaku yang aktif bergerak. Akan tetapi, perbedaan sebenarnya terletak pada kemampuan fokus dan pengendalian diri.

Beda anak aktif dan hiperaktif

Dikutip dari Child Mind Institute dan CLND Neuropyshcology, berikut perbedaan utama yang dapat membantu orang tua memahami beda anak aktif dan hiperaktif dalam kehidupan sehari-hari.

1. Kemampuan fokus dan konsentrasi

Anak aktif biasanya tetap mampu berkonsentrasi ketika melakukan aktivitas yang disukai atau saat diarahkan oleh guru maupun orang tua. Mereka mungkin banyak bergerak, tetapi tetap dapat menyelesaikan tugas hingga selesai.

Sebaliknya, anak hiperaktif mengalami kesulitan besar dalam mempertahankan perhatian. Mereka mudah terdistraksi, sering berpindah aktivitas sebelum tugas selesai, dan tampak frustrasi ketika diminta fokus dalam waktu lama.

2. Pengendalian impuls

Pada dasarnya, anak aktif masih memiliki kontrol diri yang cukup baik. Mereka dapat menunggu giliran, mengikuti aturan permainan, dan memahami batasan setelah diingatkan.

Namun, berbeda dengan anak hiperaktif, kontrol impuls menjadi tantangan utama. Mereka cenderung bertindak tanpa berpikir, sering memotong pembicaraan, mengubah rencana secara tiba-tiba, atau melakukan tindakan spontan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

3. Kemampuan mengikuti instruksi

Ilustrasi bapak memangku anakIlustrasi. Orang tua perlu tahu beda anak aktif dan hiperaktif. (iStock/SDI Productions)

Perbedaan berikutnya terlihat dari kemampuan mengikuti arahan. Anak aktif umumnya mampu memahami dan menjalankan instruksi sederhana maupun bertahap.

Sementara itu, anak hiperaktif sering kesulitan mengikuti instruksi, terutama yang membutuhkan beberapa langkah sekaligus. Mereka mudah lupa, kehilangan fokus di tengah tugas, atau tampak tidak mendengarkan meskipun sebenarnya sedang berusaha.

4. Perilaku di lingkungan sekolah

Di sekolah, anak aktif biasanya dapat bekerja sama dengan teman sebaya dan mengikuti aturan permainan. Mereka tetap bisa fokus ketika ada tujuan yang jelas, seperti menyelesaikan tugas atau mengikuti lomba.

Tetapi, anak hiperaktif sering mengalami hambatan sosial dan akademik. Mereka mungkin kesulitan bekerja dalam kelompok, melanggar aturan tanpa sengaja, serta tidak mampu menyelesaikan tugas meskipun memiliki kemampuan akademik yang baik.

5. Respons terhadap frustrasi

Selanjutnya, anak aktif masih dapat mengelola emosi ketika menghadapi kesulitan. Mereka mungkin kecewa, tetapi mampu menenangkan diri setelah diarahkan.

Sebaliknya, anak hiperaktif cenderung memiliki toleransi frustrasi yang rendah. Mereka lebih mudah marah, menangis, bahkan dapat melempar barang atau bereaksi berlebihan ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.

6. Kemampuan mengatur aktivitas dan waktu

Pada umumnya, anak aktif masih mampu menjaga kerapian barang serta menjalani rutinitas harian dengan arahan ringan dari orang tua. Sementara itu, anak hiperaktif cenderung menunjukkan perilaku yang kurang terorganisir, seperti sering kehilangan barang, lupa jadwal kegiatan, serta mengalami kesulitan dalam mengatur waktu dan menentukan prioritas tugas.

Dengan memahami beda anak aktif dan hiperaktif, orang tua dapat memberikan pendekatan pengasuhan yang lebih tepat serta mendukung perkembangan anak secara optimal sesuai kebutuhannya.

Jika perilaku anak mulai mengganggu aktivitas belajar, hubungan sosial, atau kehidupan sehari-hari, konsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi langkah tepat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih akurat.

(gas/asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |