PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tidak Mewakil Wajah Pesantren

3 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Ma'shum Faqih menegaskan kasus kekerasan seksual di sejumlah pesantren tak mewakili budaya keseluruhan pesantren di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Ma'shum merespons kasus kekerasan seksual di pesantren yang tengah menjadi sorotan belakangan. Dia karenanya menyebut kasus-kasus tersebut tak bisa dijadikan dasar untuk menilai seluruh pesantren di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segelintir kasus tidak mewakili wajah pesantren Indonesia. Jika ada pelanggaran, pelakunya harus dihukum. Tetapi pesantren sebagai lembaga pendidikan tidak boleh ikut diberi stigma," kata Ma'shum Faqih dalam keterangannya, Sabtu (30/5).

Oleh karena itu, dia berharap agar publik bersikap adil dengan tidak menggeneralisir ribuan pesantren yang selama ini berkontribusi besar dalam pendidikan dan pembinaan masyarakat.

Ma'shum menegaskan kekerasan seksual merupakan kejahatan yang dapat terjadi di berbagai lingkungan, sehingga yang perlu diperkuat adalah sistem pencegahan, perlindungan korban, dan penegakan hukum terhadap pelaku.

Meski begitu, dia mendesak setiap pelaku kekerasan seksual oleh oknum pesantren harus diproses hukum.

"Pesantren tidak boleh menjadi ruang aman bagi pelaku kekerasan seksual. Sebaliknya, pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi santri untuk belajar dan berkembang," ujarnya.

Dia juga mendorong seluruh pesantren terus memperkuat tata kelola dan sistem perlindungan santri agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren semakin meningkat.

"Jangan sampai jasa besar pesantren dalam mendidik jutaan anak bangsa tertutupi oleh perbuatan segelintir oknum yang menyimpang dari nilai-nilai pesantren," ujar anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban itu. 

(thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |